5 Tahun Memimpin, Jokowi Minta Penyaluran Subsidi Diperbaiki

Kompas.com - 16/08/2019, 17:14 WIB
Pekerja menata tabung gas untuk pengisian tabung gas LPG berukuran 3 Kg di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII, Makassar, Sulawesi Selatan. 

Tribun MakassarPekerja menata tabung gas untuk pengisian tabung gas LPG berukuran 3 Kg di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII, Makassar, Sulawesi Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, penyaluran subsidi baik energi maupun non-energi harus terus diperbaiki agar tepat sasaran.

Hal tersebut ia sampaikan dalam pidato Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 dan Nota Keuangan di Gedung MPR-DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

"Subsidi energi untuk BBM, listrik, LPG 3 kg, serta subsidi pupuk, terus diperbaiki agar tepat sasaran," ujarnya.

Penyaluran subsidi yang tidak tepat sasaran merupakan masalah lama di Indonesia. Salah satu faktor yang membuat persoalan ini ada yakni karena kelemahan data di Indonesia.

Bahkan sejak tahun pertama memerintah, Jokowi selalu meminta jajaran menterinya untuk membenahi penyaluran subsidi.

Baca juga : 10 Persen Orang Paling Kaya di Indonesia Menikmati Subsidi LPG 3 Kg

Kini setelah 5 tahun menjadi Presiden, Jokowi masih bicara perlunya perbaikan tata kelola penyaluran subsidi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Agar efektif membantu rakyat yang kurang mampu, agar menjaga efisiensi dan daya saing ekonomi, serta meningkatkan produktivitas petani," kata dia.

Realisasi 2019

Tahun 2018, realisasi subdisi energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tercatat sebesar Rp 153,5 triliun. Angka tersebut melonjak 36,4 persen atau Rp 55,9 triliun dari realisasi subsidi energi 2017 yang sebesar Rp 97,6 trilun.

Jika diakumulasikan, sepanjang 2015 hungga 2018 subsidi energi tercatat sebesar Rp 477 triliun.

Lonjakan subsidi energi 2018 yang terbesar adalah subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG yang sebesar Rp 97 triliun. Angka tersebut melonjak 51,5 persen jika dibandingkan dengan realisasi subsidi BBM dan LPG tahun lalu yang hanya sebesar Rp 47 triliun.

Adapun subsidi listrik meningkat 11,6 persen. Di tahun 2018, realisasi subsisidi listrik sebesar Rp 56,5 triliun, sedangkan di tahun 2017 sebesar Rp 50,6 triliun.

Lonjakan subsidi didorong faktor konsumsi elpiji 3 kg yang meningkat. Selain itu, juga karena meningkatnya subsidi BBM jenis solar yang naik dua kali lipat, daru Rp 1.000 menjadi Rp 2.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan Pengusaha Franchise Menghadapi 2022

Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan Pengusaha Franchise Menghadapi 2022

Whats New
Pelaku Bisnis Franchise Mulai Merasakan 'Angin Segar'

Pelaku Bisnis Franchise Mulai Merasakan "Angin Segar"

Whats New
Ini Susunan Direksi dan Komisaris PLN Terbaru

Ini Susunan Direksi dan Komisaris PLN Terbaru

Whats New
Masuk Daftar Obligor dan Debitor, Grup Texmaco: Kami Tidak Pernah Dapat BLBI

Masuk Daftar Obligor dan Debitor, Grup Texmaco: Kami Tidak Pernah Dapat BLBI

Rilis
'Tax Amnesty Jilid II' Dimulai 1 Januari 2022, Bagaimana Kesiapan Sistem IT-nya?

"Tax Amnesty Jilid II" Dimulai 1 Januari 2022, Bagaimana Kesiapan Sistem IT-nya?

Whats New
Rupiah dan IHSG Menguat di Sesi I, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BBNI

Rupiah dan IHSG Menguat di Sesi I, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BBNI

Whats New
Setelah Angkat Dirut Baru, Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PLN

Setelah Angkat Dirut Baru, Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PLN

Whats New
Menko Airlangga: Kemunculan Varian Omicron Bukti Akses Vaksin di Dunia Tak Merata

Menko Airlangga: Kemunculan Varian Omicron Bukti Akses Vaksin di Dunia Tak Merata

Whats New
Sempat Turun, Cadangan Devisa RI Kembali Meningkat Jadi 145,9 Miliar Dollar AS

Sempat Turun, Cadangan Devisa RI Kembali Meningkat Jadi 145,9 Miliar Dollar AS

Rilis
Jadi Presidensi, Ini 3 Fokus Utama RI di KTT G20 Tahun Depan

Jadi Presidensi, Ini 3 Fokus Utama RI di KTT G20 Tahun Depan

Whats New
Gandeng Standard Chartered, Prudential Indonesia Luncurkan 2 Dana Investasi Baru

Gandeng Standard Chartered, Prudential Indonesia Luncurkan 2 Dana Investasi Baru

Whats New
Rangkaian KTT G20 Dimulai Hari Ini, Indonesia Bahas 3 Isu Utama

Rangkaian KTT G20 Dimulai Hari Ini, Indonesia Bahas 3 Isu Utama

Whats New
Soal Pajak Karbon, Anak Buah Sri Mulyani Sebut AS Malu dengan Indonesia...

Soal Pajak Karbon, Anak Buah Sri Mulyani Sebut AS Malu dengan Indonesia...

Whats New
Ini Alasan BEI Tak Suspensi Saham BUKA meski Harga Saham Terus Turun

Ini Alasan BEI Tak Suspensi Saham BUKA meski Harga Saham Terus Turun

Whats New
PPKM Level 3 Serentak Batal, Bagaimana Nasib Ganjil-Genap di Tol 20 Desember-2 Januari di Tol?

PPKM Level 3 Serentak Batal, Bagaimana Nasib Ganjil-Genap di Tol 20 Desember-2 Januari di Tol?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.