Menhub Minta Jasa Marga Pasang Rambu Peringatan di Tol Cipularang

Kompas.com - 03/09/2019, 14:55 WIB
Kemacetan panjang terjadi saat pemberlakuan contraflow di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). Pemberlakuan contraflow tersebut diberlakukan selama proses olah TKP kecelakaan beruntun di KM 91 oleh petugas berwenang. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISIKemacetan panjang terjadi saat pemberlakuan contraflow di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). Pemberlakuan contraflow tersebut diberlakukan selama proses olah TKP kecelakaan beruntun di KM 91 oleh petugas berwenang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta operator Tol Cipularang memasang rambu-rambu di ruas yang dianggap rawan terjadinya kecelakaan. Adapun pengelola Tol Cipularang, yakni PT Jasa Marga.

Hal itu perlu dilakukan agar insiden tabrakan beruntun yang terjadi di KM 92 tol tersebut tak terulang kembali.

“Kami minta operator untuk memberikan satu peringatan di lokasi itu, bisa berupa lampu atau bunyi atau petugas yang membuat orang itu hati-hati,” ujar Budi di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Budi menilai perlu ada evaluasi menyeluruh agar kecelakaan serupa tak terjadi lagi di ruas tol tersebut. Saat ini Kemenhub telah menerjunkan Ditjen Perhubungan Darat dan KNKT untuk melakukan investigasi dalam insiden tersebut.

“Yang perlu kami amati adalah, apakah perlu ada evaluasi mengenai alligment, kami berharap desain itu tidak salah,” kata Budi.

Sebelumnya, kecelakaan beruntun melibatkan 20 kendaraan terjadi di kilometer 92 Tol Purbaleunyi, Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Senin (2/9/2019) sekitar pukul 12.30 WIB.

Dirgakkum Korlantas Mabes Polri Brigjen Pol Pujiyono Dulrachman menjelaskan, kecelakaan beruntun tersebut bermula dari kecelakaan tunggal dump truck yang terbalik di kilometer 92.

Kemudian, saat ada empat kendaraan mengantre menunggu evakuasi dump truck yang terbalik, ada dump truck bermuatan tanah yang hilang kendali karena rem blong.

"Dump truck bermuatan tanah itu menabrak empat kendaraan yang tengah mengantre," kata Pujiyono.

Kecelakaan itu menyebabkan 8 orang meninggal, 3 luka berat, dan 25 luka ringan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X