Hingga Agustus 2019, Penerimaan Negara Baru 54,9 Persen dari Target

Kompas.com - 24/09/2019, 17:18 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan sambutan pelantikan 25 pejabat eselon II di Kantor Kemenkeu,Jakarta, Senin (9/9/2019) Dokumen Biro KLI Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan sambutan pelantikan 25 pejabat eselon II di Kantor Kemenkeu,Jakarta, Senin (9/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan update realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN) 2019.

Dari sisi penerimaan negara, angkanya mencapai Rp 1.189,3 triliun, atau baru 54,9 persen dari Target di APBN 2019 sebesar Rp 2.165,1 persen.

"Ada pertumbuhan 3,2 persen dari realisasi tahun lalu (hingga Agustus 2018)," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Penerimaan negara ini ditopang oleh penerimaan pajak yang sebesar Rp 920,2 triliun, atau tumbuh 1,4 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Penerimaan Negara Diprediksi Ciut akibat Pertumbuhan Ekonomi Lesu

Selain itu, penerimaan negara juga disumbang oleh penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 268,2 triliun, tumbuh 11,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun penerimaan negara sisanya disumbang oleh penerimaan hibah sebesar Rp 1 triliun.

Sementara itu dari sisi pengeluaran, total realisasi belanja negara mencapai Rp 1.388,3 triliun. Oleh karena itu keuangan negara defisit Rp 199,1 triliun, atau 1,24 persen.terhadap PDB.

Adapun realisasi pembiayaan anggaran Rp 280,3 triliun, atau sudah 94,7 persen dari target di APBN 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X