BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Pertamina

PHE ONWJ Tak Lantas Hengkang dari Karawang, Meski Penutupan Sumur YYA Selesai

Kompas.com - 26/09/2019, 10:52 WIB
Kondisi Sumur YYA-1 PHE ONWJ per 21 September 2019. Dok Humas PertaminaKondisi Sumur YYA-1 PHE ONWJ per 21 September 2019.
|

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mulai membayarkan kompensasi kepada warga terdampak genangan minyak di perairan Karawang, Jawa Barat. Selain kompensasi, sejumlah program lain juga disiapkan.

Per 19 September 2019, ada 2.401 warga terdampak telah menerima kompensasi tahap awal senilai Rp 900.000 per bulan. Nilai itu akan diberikan pada warga terverifikasi benar terdampak sembari menunggu formula perhitungan final.

Pada tahap satu, kompensasi dibayarkan untuk warga terdampak di Desa Sedari dan Tambaksari, Sungai Buntu, Cemara Jaya, PJUMekar Pohaci, dan beberapa desa tambahan.

“Nantinya, nilai kompensasi yang sudah dibayarkan jadi faktor pengurang saat ada formula final,” ujar Ketua Tim 1 Dampak Pengendalian Eksternal Pertamina Rifky Effendi di Kantor Pertamina, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Segera menyusul, kompensasi akan dibayarkan pula kepada warga terdampak dari Kabupaten Bekasi dan Kepulauan Seribu. Besarannya sama.

Perbedaan akan ada pada perhitungan final sehingga nilai kompensasi akhir bisa berbeda. Menurut Rifky, perhitungan final mempertimbangkan faktor lokasi dan profesi masing-masing warga terdampak.

PHE ONWJ menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Tim Kejaksaan Agung untuk proses perhitungan ini.

Adapun klasifikasi profesi masyarakat terdampak sebagian besar adalah nelayan, petambak garam, dan pelaku wisata.

Program lain

Selain kompensasi, PHE ONWJ juga menyiapkan program lain sebagai bentuk penanganan jangka menengah dan panjang.

“Ada program kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi,” ujar Direktur Utama Pertamina Hulu Energi, Meidawati, dalam kesempatan yang sama.

Konferensi pers update kondisi YYA-1 PHE ONWJ pada Jumat (20/9/2019).Dok Humas Pertamina Konferensi pers update kondisi YYA-1 PHE ONWJ pada Jumat (20/9/2019).

Meidawati mengatakan, program-program tersebut sebenarnya sudah ada sebelumnya, sebagai bagian dari corporate social responsibility (CSR). Namun, saat ini program tersebut akan lebih menjadi fokus.

Untuk program lingkungan dan pemberdayaan ekonomi, misalnya, PHE ONWJ akan mengajak masyarakat menanam ekosistem mangrove.

Selain untuk pencegahan abrasi, masyarakat bisa mempelajari hal baru lewat program ini. Mereka juga nantinya bisa menjadi pengusaha menjual bibit-bibit mangrove untuk meningkatkan pendapatan.

Contoh lain, akan ada juga pembentukan kelompok wisata. Pembuatan sarana wisata mangrove di Karawang, Bekasi, dan Kepulauan Seribu akan menjadi wadah yang diharapkan dapat memberi nilai tambah pendapatan bagi masyarakat setempat.

Pemulihan

Pada 2020, PHE ONWJ akan fokus pada program-program pemulihan. Dari timeline mereka, pada Maret 2020 akan dilaksanakan program CSR berbasis lingkungan dalam tiga kegiatan.

Pertama, revitalisasi beberapa tempat terdampak. Kedua, restorasi ekosistem terdampak dan memperluas area cakupan program kemasyarakatan berbasis lingkungan seperti terumbu karang dan mangrove.

Ketiga, program berbasis lingkungan sesuai dengan hasil analisa dampak lingkungan pasca insiden.

“Kami akan menjalankan dan melakukan monitoring program yang telah disusun pada tahap pasca-pemulihan menjadi program berkelanjutan,” tambah Meidawati.

Tinggal sedikit lagi

Adapun penangangan genangan minyak di kawasan ini disebut sudah mendekati akhir. Pengeboran Relief Well dimulai sejak 1 Agustus 2019.

Per 19 September 2019, pengeboran sudah sampai kedalaman 8.957 feet atau 2.730 meter dari target kedalaman tutup sumur total 8.977 feet atau 2.736 meter.

“Artinya, prosesnya sudah tak lama lagi. Tapi ini fase krusial. Kami tak ingin lengah dan ceroboh,” ungkap Incident Commander Taufik Aditiyawarman.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu optimistis target pekerjaan selesai sesuai jadwal.

“Kami sudah memasuki pekan keenam pengeboran Relief Well, fase penutupan ini adalah terpenting. Secara teknis, kami optimistis selesai sesuai target. Kami mohon doa agar lancar proses penyelesaiannya,” kata Dharmawan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya