Menko Darmin Cerita Sulitnya Bangun Infrastruktur Pasca Krisis 1998

Kompas.com - 02/10/2019, 14:37 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ketika ditemui usai rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (25/6/2019). MUTIA FAUZIAMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ketika ditemui usai rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, akibat krisis moneter pada tahun 1998 silam infrastruktur Indonesia tertinggal dari negara-negara lainnya.

Atas dasar itu, di era pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla pembangunan infrastruktur masif dilakukan.

“Krisis tersebut benar-benar berpengaruh terhadap ekonomi kita. Dampaknya kita kurang kemampuan untuk bangun infrastruktur. Kalau kita lihat posisi di kita di dunia dalam pembanguan infrastruktur, kita benar-benar tertinggal,” ujar Darmin di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Darmin melanjutkan, pasca krisis 1998, pemerintah sempat mengalami kesulitan dalam mencari dana untuk pembangunan infrastruktur di dalam negeri.

Baca juga: BJ Habibie, Pendekatan Ajaib, dan Krisis Ekonomi 1998

“Pembangunan infrastruktur karena kita bukan hanya tertinggal cukup jauh. Karena setelah krisis 98 kita kesulitan (membangun infrastruktur). Pembiayaan infrastruktur mahal dan lama baru selesai," kata Darmin.

Untuk mengejar ketetinggalan tersebut, lanjut Darmin, pemerintah beberapa tahun belakangan ini terus menggenjot pembangunan infrastruktur.

Dalam pendanaannya, pemerintah juga melibatkan pihak swasta. Hal ini dilakukan agar tak membebani APBN.

“Pada saat KPPIP (Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas) dibentuk, aspek pembiayaan dirumuskan dengan baik sehingga jangan sampai pembangunan infrastruktur itu kemudian terlalu membebani APBN," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X