Garuda Indonesia Belum Mau Pasang Logo Lagi di Pesawat Sriwijaya Air

Kompas.com - 03/10/2019, 12:44 WIB
Pesawat Sriwijaya Air di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Senin (21/5/2018) KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDIPesawat Sriwijaya Air di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Senin (21/5/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ari Askhara belum mau memasang kembali logo perusahaannya di armada Sriwijaya Air.

Ini meskipun kedua perusahaan tersebut sudah rujuk kembali.

“Kita lihat, kalau nanti safety-nya sudah standard Garuda kita yakinkan 100 persen kita pasang lagi (logo Garuda di armada Sriwijaya Air),” ujar Ari di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Ari menjelaskan, pihaknya harus memastikan bahwa aspek keamanan dan keselamatan di armada Sriwijaya Air harus benar-benar memenuhi standar.

“Kemarin kan memang kita stop layanan untuk maintenance-nya. Nah sekarang kita resume untuk kembali beroperasi,” kata Ari.

Baca juga: Pasang Surut Hubungan Garuda Indonesia dengan Sriwijaya Air

Sebelumnya, Maskapai Garuda Indonesia Group memutuskan untuk mencabut logonya pada armada  pesawat Sriwijaya Air.

Hal ini dilakukan menindaklanjuti perkembangan yang terjadi atas dispute kerja sama Manajemen (KSM) Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group. 

“Pencabutan logo Garuda Indonesia pada armada Sriwijaya Air tersebut merupakan upaya dalam menjaga brand Garuda Indonesia Group khususnya mempertimbangkan konsistensi layanan Sriwijaya Air Group yang tidak sejalan dengan standarisasi layanan Garuda Indonesia Group sejak adanya dispute KSM tersebut,” ujar Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/9/2019).

Ikhsan menjelaskan, pencabutan logo tersebut semata-mata dilakukan untuk memastikan lambang Garuda Indonesia sesuai dan menjadi representasi tingkat keselamatan dan layanan yang dihadirkan dalam penerbangan.

Baca juga: Rujuk, Pesawat Sriwijaya Air Kini Bisa Dirawat di Bengkel Garuda

“Hal tersebut tentunya  sangat kami sayangkan khususnya mengingat perkembangan atas situasi yang terjadi tidak sesuai dengan  komitmen  KSM antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group,” kata Ikhsan.

Adapun kisruh antara Garuda Indonesia dengan Sriwijaya Air disebabkan karena perombakan direksi. Orang-orang Garuda yang bekerja di Sriwijaya Air dicopot dari jabatannya.

Namun, setelah Sriwijaya Air terancam tak bisa beroperasi kembali karena dianggap tak layak, kedua perusahaan tersebut sepakat untuk kembali menjalin kerja sama manajemen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X