Rujuk, Pesawat Sriwijaya Air Kini Bisa Dirawat di Bengkel Garuda

Kompas.com - 01/10/2019, 16:40 WIB
Salah satu pesawat Sriwijaya Air terparkir di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang saat hujan lebat mengguyur, Jumat (30/11/2018). KOMPAS.com/HERU DAHNURSalah satu pesawat Sriwijaya Air terparkir di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang saat hujan lebat mengguyur, Jumat (30/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Armada Sriwijaya dan NAM Air akan kembali mendapatkan perawatan dari Garuda Maintenance Facility ( GMF) AeroAsia.

Hal itu bisa terwujud setelah Garuda Indonesia Group rujuk dengan Sriwijaya Air Group. Keduanya sempat bertikai lantaran pihak Garuda Indonesia menilai Sriwijaya Air melakukan wanprestasi alias tidak menepati perjanjian kerja sama bisnis.

“Jadi mulai hari ini kita langsung akan melakukan handling terhadap pesawat Sriwijaya dan NAM Air,” ujar Direktur Utama GMF AeroAsia Tazar Marta di Tangerang, Selasa (1/10/2019).

Baca juga: Ini Alasan Garuda dan Sriwijaya Air Kembali Rujuk

Tazar berharap, dengan kembali dirawat oleh GMF, armada Sriwijaya dan NAM Air bisa meningkat kualitas keamanan dan keselamatannya.

“Mudah-mudahan apa yang terjadi pada hari ini akan memberikan suatu peningkatan kualitas bagi penerbangan Sriwijaya,” kata Tazar.

Sebelumnya, Sriwijaya Air memiliki utang sebesar Rp 810 miliar ke GMF AeroAsia. Karena tak kunjung melunasi utangnya, GMF AeroAsia sempat menarik mesin pesawat CFM yang disewa Sriwijaya Air dan juga menghentikan layanan perawatan untuk armada maskapai tersebut.

Akibatnya, dari 30 pesawat milik Sriwijaya Air hanya 12 armada yang bisa beroperasi. Artinya, ada 18 pesawat Sriwijaya air yang di-grounded.

Baca juga: Tak Laik Terbang, 18 Pesawat Sriwijaya Air di “Grounded”

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X