Kembangkan 2 Bandara di Jateng, Kemenhub Gelontorkan Rp 142 Miliar

Kompas.com - 18/10/2019, 20:41 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (19/9/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (19/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan akan mengembangkan Bandara Ngloram, Blora dan Dewadaru, Cepu, Blora, Jawa Tengah.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pengembangan kedua bandara tersebut akan semakin meningkatkan konektivitas transportasi dan diharapkan dapat mendorong sektor pariwisata di Jateng.

“Dua bandara ini penting untuk kita berikan dukungan, karena Karimunjawa adalah daerah wisata yang sangat potensial dan di bandara di Ngloram ini merupakan pusat kegiatan minyak. Banyak kegiatan bisnis disana sehingga kita harus fasilitasi,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/10/2019).

Baca juga: Dukung Pariwisata Pulau Terluar Indonesia, Menhub Resmikan Bandara Letung

Budi menambahkan, dalam pengembangan dua bandara tersebut Kemenhub melibatkan masyarakat dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) melalui perlombaan desain bandara yang diikuti sejumlah arsitek Tanah Air.

“Nantinya pesawat ATR-72 itu bisa terbang kesana, sementara saat ini tidak bisa dan kondisi terminalnya tidak representatif. Jadi desainnya akan kita buat lebih cantik. Sekarang ini mau tender. Pada Tahun 2020 itu akan dikerjakan,” kata Budi.

Sementara itu Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti mengatakan, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp46 miliar untuk Bandara Ngloram pada tahun ini dan untuk tahun 2020 ditambah menjadi Rp76 miliar.

Adapun untuk Bandara Dewadaru, telah disapkan anggaran sebesar Rp 9 miliar pada tahun ini, dan akan ditambah Rp 11 miliar di tahun 2020. Keseluruhan dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Di akhir Desember 2019 sudah bisa di operasikan dengan panjang runway 1.200 meter,” kata Polana.

Baca juga: Usulan Bandara Baru di Raja Ampat, Ini Kata Menhub

Pengembangan kedua Bandara ini diharapkan semakin mengoptimalkan pelayanan angkutan udara. Pada tahap ultimate, kedua bandara ini nantinya akan memiliki panjang landas pacu yang sama, yaitu 1.600 meter dan ditargetkan selesai pada tahun 2020.

Nantinya apron Bandara Dewadaru dapat menampung 2 pesawat sejenis ATR-72. Sedangkan untuk di Bandara Ngloram kapasitas apronnya baru hanya untuk 1 pesawat sejenis ATR-72.

Pada sisi darat, kapasitas terminal di Bandara Ngloram dapat menampung penumpang mencapai 150.000 penumpang per tahun.

Sementara di Bandara Dewadaru saat ini Terminalnya memiliki luas 120 meter persegi dan akan dikembangkan menjadi 220 meter persegi atau dapat menampung sekitar 500 penumpang pada jam sibuk.

Baca juga: Jabatan Tinggal Seminggu, Luhut dan Menhub Tinjau Proyek LRT Jabodebek

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X