Kompas.com - 22/10/2019, 13:04 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

"Meski terjadi perlambatan pertumbuhan DPK pada periode Agustus lalu namun perlambatan pada periode tersebut lebih bersifat siklikal dan belum berdampak terhadap kondisi likuiditas perbankan," jelas LPS.

LPS pun mencatatkan, ada sebagian kelompok bank menunjukkan kondisi likuiditas yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

Laju pertumbuhan DPK diperkirakan akan melanjutkan tren perbaikan sementara kredit diperkirakan akan tumbuh secara lebih terukur sejalan dengan strategi bank untuk menjaga kualitas aset dan memperbaiki profitabilitas.

Ekspansi kredit kedepan potensial dikontribusikan oleh bank besar, sementara untuk bank menengah dan kecil cenderung terbatas tergantung pada perbaikan laju pertumbuhan sisi DPK.

Gap pertumbuhan berpotensi menyempit sehingga mengurangi tekanan likuiditas.

"Adanya tambahan likuiditas dari ekspansi fiskal potensial memperbaiki DPK. Hingga akhir tahun 2019 pertumbuhan kredit dan DPK diperkirakan akan mencapai masing-masing sebesar 11,7 persen yoy dan 7,4 persen yoy," jelas LPS.

Baca juga: BPRS Hareukat Dilikuidasi, LPS Siapkan Pembayaran Klaim Nasabah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.