Tiket Wisata Pulau Komodo Rp 14 Juta Bakal Dikaji Detail Tahun Depan

Kompas.com - 16/11/2019, 12:51 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan saat senja di atas bukit di Gili Lawa Darat di Kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Selasa (29/8). Selain alam lautnya, pesona darat di kawasan ini juga menjadi daya tarik wisatawan. KOMPAS/HERU SRI KUMOROWisatawan menikmati pemandangan saat senja di atas bukit di Gili Lawa Darat di Kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Selasa (29/8). Selain alam lautnya, pesona darat di kawasan ini juga menjadi daya tarik wisatawan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga tiket wisata Pulau Komodo Rp 14 juta belum sepenuhnya disepakati dan di sahkan. Begitu pun detail dan konsep yang dirancang.

Kepala Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina Sukarsono mengatakan, pihaknya bakal mengkaji detail mulai tahun depan, tepatnya Januari 2020.

"Detailnya seperti apa baru akan dibahas di Januari 2020. Hasilnya baru ketahuan akhir 2020 kali ya saya belum tahu," kata Shana Fatina Sukarsono di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (15/11/2019).

Baca juga: Rizal Ramli Sebut Ahok Masuk BUMN Hanya Akan Tambah Masalah

Shana menuturkan, nantinya tiket seharga 1.000 dollar AS atau Rp 14 juta hanya untuk wisatawan asing dengan konsep membership sehingga menjadi eksklusif.

"Itu adalah sebuah usulan. Kami rapat dengan pak menko rencananya akan ada konsep membership di Pulau Komodo karena ingin dijadikan kelas eksklusif," ucapnya.

Saat ini, konsep membership dengan kelas eksklusif memang baru didiskusikan untuk Pulau Komodo saja. Namun, pihaknya juga bakal membahas lebih lanjut area-area lain yang berpotensi eksklusif.

Baca juga: Update CPNS 2019: 5 Instansi dan Formasi Favorit

"Jadi kami ngitung dulu angkanya berapa (yang sesuai untuk merawat taman nasional). Yang eksklusif juga baru yang Pulau Komodo saja, tapi nanti didiskusikan lagi," tutur dia.

Dengan harga yang melonjak, Shana sudah memperkirakan harga tersebut memang akan berdampak pada pasar. Untuk itu, dia tengah memikirkan cara antisipasi.

"Mungkin iya mungkin enggak (berdampak). Tapi akan kami antisipasi penyiapan market yang lebih dini," pungkasnya.

Baca juga: Susi Soal Penghentian Penenggelaman Kapal: Tak Perlu Lagi Bicara...

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X