Kompas.com - 27/11/2019, 15:57 WIB
Ilustrasi pembangkit listrik KOMPAS.com/Sakina Rakhma Diah SIlustrasi pembangkit listrik

Selain itu, ia mempertanyakan angka rasio elektrifikasi listrik di IKN yang dinilai tidak sesuai dengan laporan PLN.

"PLN melaporkan kemarin adalah salah semua apalagi bicara pedalaman, tolong dicek kembali rasio elektrifikasi sebesar 90 persen itu," pintanya.

Tak hanya itu, mantan Gubernur Kaltim ini mengusulkan, untuk memberdayakan pembangkit listrik tenaga nuklir. Pasalnya, di IKN memiliki sumber energi yang dibutuhkan untuk itu.

"Di Kaltim banyak dibutuhkan sumur bor apalagi daerah wisata, tolong diperhatikan. Saya usulkan tenaga nuklir sudah waktunya digunakan, kita sudah ketinggalan dari negara tetangga, kita sudah punya bahan mentahnya, Kaltim sudah siap dengan PLTN," katanya.

Anggota Komisi VII DPR lainnya dari Fraksi PDI Perjuangan, Ismail Tomas mempertanyakan sumber listrik untuk IKN. Sekaligus mengingatkan agar kebutuhan energi listrik tidak hanya fokus pada IKN saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.