Kompas.com - 29/11/2019, 13:03 WIB
Ilustrasi rupiah iStockphoto/danikancilIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Ramainya para artis dan Youtuber yang berani memamerkan saldo rekeningnya membuat mereka akhirnya merasa risau.

Kerisauan dilatarbelakangi pihak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menargetkan mereka untuk dikenakan pajak.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo menyebutkan, sebenarnya kerisauan bakal diperiksa petugas pajak tersebut tidak perlu.

Baca juga: Artis dan Youtuber Pamer Saldo Rekening Dikenai Pajak, Cek Faktanya

Caranya adalah dengan berpartisipasi atau berlomba menjadi wajib pajak yang patuh, sehingga masuk ke dalam kategori risiko rendah.

"Otoritas Pajak pun harus terus berbenah agar makin terpercaya. Saat ini, melalui Compliance Risk Management (CRM), semua data dan informasi akan diolah dan menghasilkan klasifikasi risiko. Yang berisiko tinggi akan diperiksa bahkan disidik, yang berisiko rendah dapat tidur nyenyak dan mendapat penghargaan," katanya melalui pesan tertulis, Jumat (29/11/2019).

Para artis dan Youtuber ini menurut Yustinus, dapat menjadi bagian dalam barisan perubahan dalam keterbukaan informasi serta berada dalam posisi wajib pajak yang patuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dengan taat pajak, kita pun berhak mengontrol kekuasaan, antara lain melalui tuntutan belanja APBN yang lebih kredibel dan menyejahterakan rakyat," ujarnya.

Baca juga: Ditjen Pajak Telisik Pemilik Saldo Tabungan Rp 1 Miliar ke Atas

Adakah tips agar tetap aman dan tidak diincar petugas pajak?

Yustinus justru memberikan tips sederhana yang dapat dipraktikkan agar tidak diincar petugas pajak:

1. Memastikan profil wajib pajak sudah sesuai, antara akumulasi penghasilan yang diterima, jumlah harta di dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT), dan jumlah harta menurut laporan Lembaga Jasa Keuangan (LJK).

"Apabila ini sudah dipenuhi, maka kita termasuk Wajib Pajak Patuh dan tidak perlu risau," katanya.

Bagi yang belum sesuai, lanjut Yustinus, segera manfaatkan waktu yang tersisa untuk menyampaikan atau membetulkan SPT dan lunasi kekurangan pajaknya.

Karena, kemungkinan besar Ditjen Pajak akan mengirimi surat imbauan untuk membayar, dan tindak lanjut lainnya.

2. Bangun komunikasi yang baik dengan Kantor Pajak agar mendapat informasi dan bimbingan yang tepat.

3. Sudah patuh sebagai wajib pajak, tidak perlu khawatir.

"Kika sudah patuh tak perlu gaduh, jika bersih tak perlu risih. Mari berperan mengabarkan kebijakan, regulasi, dan praktik perpajakan yang baik ke sanak famili, kerabat, relasi, dan handai taulan," katanya.

Baca juga: Sri Mulyani Persilakan Artis Pamer Saldo Rekening, asal...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.