BPS: Kunjungan Wisatawan Asing Turun pada Oktober 2019

Kompas.com - 02/12/2019, 14:58 WIB
Wisatawan asing di Gili Air, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Jumat (23/11/2018). KOMPAS.com / SILVITA AGMASARIWisatawan asing di Gili Air, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Jumat (23/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan terjadi tren penurunan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) pada Oktober 2019 dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan mencapai 3,28 persen secara bulanan (month to month/mtm) menjadi 1,35 juta wisman.

Kendati demikian, jumlah wisman secara tahunan (year on year/yoy) naik 4,86 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, tren penurunan kunjungan wisman pada bulan Oktober 2019 sama dengan tren di tahun-tahun sebelumnya karena musim liburan belum tiba.

"Pattern-nya sama. Oktober turun, November turun. Kemudian mengalami kenaikan lagi pada Desember karena musim liburan," kata Suhariyanto di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Baca juga: Naik, Jumlah Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Capai 10,87 Juta

Sementara itu, secara kumulatif dari Januari-Oktober 2019, jumlah kunjungan wisman mencapai 13,62 juta. Angka ini naik 2,85 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yakni 13,25 juta.

Wisman yang datang itu masih mengandalkan angkutan udara sekurangnya di 10 pintu masuk. Persentase kenaikan tertinggi tercatat di Bandara Internasional Lombok, NTB yang dilaporkan mencapai 62,48 persen.

"Sehingga bisa dipahami jumlah wisman di Lombok meningkat dan peningkatannya cukup besar. Tapi Bandara Ngurah Rai tetap menjadi pintu masuk utama dengan 5,217 juta orang masuk ke sana," ucap Suhariyanto.

Baca juga: BPS: 7,83 Juta Wisatawan Asing ke Indonesia, Terbanyak dari Malaysia

Adapun jumlah wisman yang datang melalui pintu laut naik sebesar 37,78 persen secara tahunan. Persentase kenaikan tertinggi tercatat di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau sebesar 41,31 persen.

"Berbanding terbalik, wisman yang melalui pintu masuk darat turun 15,82 persen secara tahunan (yoy). Yang tertinggi di Jayapura sebesar 72,54 persen," ujar dia.

Jika dilihat dari sisi kebangsaan, pola wisman juga tidak berubah. Wisman yang paling banyak berkunjung adalah dari Malaysia dengan persentase 3,09 persen (mtm) dan 38,70 persen (yoy).

"Peningkatan terbesar datang dari turis Rusia. Memang kunjungan masih sangat kecil tapi peningkatannya paling besar. Sementara penurunan turis kebanyakan dari Hong Kong. Kita bisa memaklumi karena terjadi kekacauan di sana," tutur Suhariyanto.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X