Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Suhana
Peneliti

Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim.

Susi Pudjiastuti dan Tukar Guling Bantuan Perahu Nelayan Kecil

Kompas.com - 03/12/2019, 11:38 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Berdasarkan wawancara di lapangan, terlihat bahwa nelayan dayung dengan alat tangkap pancingan setiap melaut maksimal dapat 20 kg.

Dengan perahu bantuan ini diharapkan para nelayan bisa memperoleh sampai dengan 500 kg setiap kali melaut karena menggunakan mesin, jaring, ukuran kapal lebih besar, sehingga bisa jauh menjangkau wilayah tangkapnya.

Berdasarkan pengamatan di lapangan terlihat bahwa dalam proses tukar guling perahu dayung, setiap 1-3 perahu dayung diganti dengan satu perahu bantuan.

Berdasarkan wawancara dengan nelayan pemilik parahu dayung, setiap perahu dayung harganya rata-rata sekitar Rp 2 juta. Artinya kalau ada 3 kapal dayung total harganya sekitar 6 juta.

Sementara itu, harga perahu bantuan dari Susi Pudjiastuti berkisar Rp 50 juta-Rp 60 juta, sudah lengkap perahu dan mesin Yamaha 15 PK.

Kriteria lain adalah nelayan yang terkena dampak tsunami. Salah satu prioritas Susi Pudjiastuti adalah memberikan kapal gratis kepada nelayan-nelayan yang terkena dampak tsunami di beberapa daerah di Indonesia, seperti Padeglang, Lampung, dan Palu.

Berdasarkan informasi di lapangan, masih ada nelayan yang belum mendapatkan bantuan pemerintah sehingga banyak nelayan yang alih profesi.

Untuk lebih meyakinkan lagi bahwa penerima adalah seorang nelayan, akan dilakukan tes dalam menggunakan kapal serta pengetahuan umum mengenai perkapalan nelayan.

Kriteria ketiga adalah nelayan dengan mesin pinjaman. Sementara itu, kriteria penerima perahu lama milik para nelayan yang menerima bantuan perahu adalah nelayan yang selama ini tidak memiliki perahu atau hanya ikut dalam perahu milik tetangga atau nelayan lainnya.

Dengan pemberian perahu lama tersebut, nelayan yang semula hanya ikut nelayan lainnya diharapkan menjadi memiliki perahu.

Proses penyaluran bantuan perahu nelayan

Dalam penyaluran perahu bagi nelayan kecil tim sudah merencanakannya secara matang dalam beberapa tahapan. Tahapan pertama, mengidentifikasi dan menetapkan wilayah-wilayah kampung nelayan yang akan menjadi tujuan penyaluran perahu bantuan.

Tim melakukan riset kecil dalam menentukan lokasi mana yang akan dijadikan tujuan pembagian bantuan perahu nelayan. Beberapa kriteria dalam penentuan lokasi penyaluran bantuan adalah (1) kampung nelayan yang terkena dampak tsunami; (2) banyak nelayan kecil yang belum mendapatkan bantuan.

Riset kecil tersebut dilakukan melalui penelusuran referensi sekunder dari sumber-sumber yang dapat dipercaya, termasuk dari pemberitaan-pemberiaan media.

Tahapan kedua, pengiriman perahu dan mesin bantuan dari Jakarta ke lokasi yang sudah ditetapkan menjadi tempat penyaluran perahu bantuan. Tahap ketiga, setting perahu bantuan di lokasi penyaluran bantuan.

Tahap keempat, survei detail di lapangan. Survei detail ini dilakukan sehari sebelum pencarian nelayan calon penerima bantuan di laut. Survei detail lapangan ini dimaksudkan guna memastikan bahwa di wilayah tersebut benar-benar lokasi yang tepat untuk mencari para nelayan panerima bantuan perahu.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

23,7 Persen Investor Kripto dari Kalangan Mahasiswa, PINTU Gelar Edukasi di Unair

23,7 Persen Investor Kripto dari Kalangan Mahasiswa, PINTU Gelar Edukasi di Unair

Whats New
Kredit Perbankan Tumbuh ke Level Tertinggi dalam 5 Tahun

Kredit Perbankan Tumbuh ke Level Tertinggi dalam 5 Tahun

Whats New
Danone Indonesia Dukung Pengelolaan Air Berkelanjutan

Danone Indonesia Dukung Pengelolaan Air Berkelanjutan

Whats New
Cara Tarik Tunai dengan QRIS

Cara Tarik Tunai dengan QRIS

Work Smart
Bantu Organisasi Makin Efisien di Era Digital, Platform Digital SoFund Kembangkan Fitur Andal

Bantu Organisasi Makin Efisien di Era Digital, Platform Digital SoFund Kembangkan Fitur Andal

Whats New
Bank Jago Angkat Supranoto Prajogo jadi Direktur

Bank Jago Angkat Supranoto Prajogo jadi Direktur

Whats New
Citi Indonesia 'Ramal' The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga Acuan hingga Satu Persen Sepanjang 2024

Citi Indonesia "Ramal" The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga Acuan hingga Satu Persen Sepanjang 2024

Whats New
Gandeng UGM, Kementan Berikan Bantuan Benih Padi Varietas Gamagora 7 di Sisipan Lahan Perkebunan

Gandeng UGM, Kementan Berikan Bantuan Benih Padi Varietas Gamagora 7 di Sisipan Lahan Perkebunan

Whats New
Tips Hindari Pembobolan Rekening lewat Nomor HP yang Sudah Hangus

Tips Hindari Pembobolan Rekening lewat Nomor HP yang Sudah Hangus

Whats New
Bersama Kementerian BUMN, Bank Mandiri Gelar Program Mandiri Sahabat Desa di Morowali

Bersama Kementerian BUMN, Bank Mandiri Gelar Program Mandiri Sahabat Desa di Morowali

Whats New
Sambangi Paris, Erick Thohir Bertemu Presiden Perancis dan Presiden FIFA

Sambangi Paris, Erick Thohir Bertemu Presiden Perancis dan Presiden FIFA

Whats New
Buka Kantor Baru, Sucofindo Sasar Pasar Perusahaan Tambang di Sulteng

Buka Kantor Baru, Sucofindo Sasar Pasar Perusahaan Tambang di Sulteng

Whats New
Anak Usaha Pertamina Buka Lowongan Kerja untuk D3-S1, Usia 35 Tahun Bisa Daftar

Anak Usaha Pertamina Buka Lowongan Kerja untuk D3-S1, Usia 35 Tahun Bisa Daftar

Work Smart
Garuda Indonesia Angkat Mantan KSAU Fadjar Prasetyo Jadi Komisaris Utama

Garuda Indonesia Angkat Mantan KSAU Fadjar Prasetyo Jadi Komisaris Utama

Whats New
Bertemu Dubes Persatuan Emirat Arab, Menaker Ida Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama Penempatan PMI

Bertemu Dubes Persatuan Emirat Arab, Menaker Ida Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama Penempatan PMI

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com