Bank Mandiri: Konsep Kantor Cabang Sudah Kedaluwarsa

Kompas.com - 11/12/2019, 17:44 WIB
Suasana kantor cabang Bank Mandiri di Batam, Kepulauan Riau. 
KOMPAS.com/HADI MAULANASuasana kantor cabang Bank Mandiri di Batam, Kepulauan Riau.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana melanjutkan transformasi digital usai tampuk Direktur Utama resmi dipegang oleh Royke Tumilaar.

Senior Executive Vice President Coprorate Transformation Office Bank Mandiri Pantro Pander Silitonga mengatakan, peran digital sangat penting untuk bisnis perbankan karena mampu melengkapi pelayanan Bank Mandiri kepada nasabah.

Peranan digital inilah yang akhirnya menggantikan peran kantor cabang.

Apalagi dengan pergeseran ke digital, keterikatan dengan kantor cabang semakin kecil sehingga menurunkan biaya (cost).

"Kalau saya lihat perannya online atau digital itu sangat penting. Saya enggak ngomong lagi cabang. Online dengan cabang bedanya kita suruh orang datang. Menurut saya konsepnya sudah kedaluwarsa," kata pantro di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Baca juga: Bank Mandiri Tak Lagi Agresif Buka Kantor Cabang Baru

Alih-alih mengandalkan cabang, Royke ingin Bank Mandiri yang datang kepada nasabah-nasabahnya ibarat menjemput bola.

Penjemputan bola itu bisa diaplikasikan di tempat-tempat ramai seperti pasar dan mall.

Dia pun menyayangkan kantor cabang yang beroperasi di dalam mall justru tutup pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Padahal, pengunjung mall akan semakin ramai hingga malam hari.

"Cabang mall kita punya. Tapi jam 17.00 WIB sudah tutup. Salah kaprah. Orang-orang ke mall sore atau malam. Konsep cabang itu sudah punah harusnya," ucap dia.

Kendati demikian, Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, kantor cabang masih tetap berfungsi untuk beberapa pelayanan.

Baca juga: 90 Persen Transaksi Bank Mandiri Sudah Tidak di Kantor Cabang

Dia bilang, Bank Mandiri akan mengedepankan konsep touch point, yaitu integrasi antara offline dan online sehingga tidak ada penutupan cabang Bank Mandiri secara besar-besaran.

"Memang transformasi digital bagian dari Bank Mandiri. Tapi kita juga lihat pelan-pelan enggak harus semua (didigitalisasi sekaligus). Jadi banyak hal yang lebih efisien," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X