AS-Iran Memanas, Luhut Minta Jangan Heboh

Kompas.com - 08/01/2020, 15:42 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memanas. Bagaimana dampaknya terhadap Indonesia?

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan justru meminta agar persoalan ini tidak perlu diperbesar. Kondisi tersebut, menurut Luhut, harus disikapi dengan cermat.

"Jangan terlalu heboh dan harus cermat," katanya ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Ini terutama dari sisi harga minyak mentah dunia yang melonjak akibat gejolak perang  AS-Iran.

Baca juga: Rudal Iran Hantam Markas Militer AS, Saham-saham Wall Street Jatuh

Nyatanya, Indonesia baru saja menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 1 Januari 2020. Namun, Luhut masih mencermati perkembangan kondisi global yang terjadi.

"Kita lihat saja. Ya pasti naik (harga minyak mentah dunia), ya enggak apa-apa suatu hidup pasti ada naik-turun," ujarnya.

Harga minyak kembali melambung imbas dari ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.

Kali ini giliran serangan rudal Iran ke markas gabungan AS di Irak menjadi sentimen pendongkrak harga minyak dunia.

Baca juga: Sri Mulyani Awasi Dampak Konflik Iran-AS ke Ekonomi RI

Mengutip dari CNBC, harga minyak acuan AS West Texas Intermediate (WTI) sempat menyentuh angka 65,5 dollar AS per barrel atau naik 4,5 persen pada Selasa (7/1/2020) malam waktu setempat.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak April tahun lalu. Hal serupa juga dialami acuan minyak jenis Brent yang naik 4,2 persen ke level 71,24 dollar AS per barrel.

Serangan terhadap markas AS di Irak tersebut dikonfirmasi oleh Pentagon.

Perisitiwa ini terjadi pada Selasa petang waktu setempat, dimana dilaporkan telah terjadi penembakan puluhan rudal ke pangkalan udara gabungan AS-Irak.

Akibat serangan ini, White House meyakini bahwa harga minyak dunia akan semakin melonjak di atas 70 dollar AS per barrel.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Bekerja Nyaman dan Bahagia? Pilih Perusahaan seperti Ini

Ingin Bekerja Nyaman dan Bahagia? Pilih Perusahaan seperti Ini

Work Smart
Pemerintah Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Program 1 Juta Rumah

Pemerintah Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Program 1 Juta Rumah

Whats New
Pertamina Beri Pinjaman Modal ke Pelaku Usaha yang Tak Lagi Gunakan Elpiji 3 Kg

Pertamina Beri Pinjaman Modal ke Pelaku Usaha yang Tak Lagi Gunakan Elpiji 3 Kg

Whats New
Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X