Catat, 6 Kesalahan yang Tak Pernah Dilakukan Orang Sukses

Kompas.com - 15/01/2020, 18:42 WIB
Ilustrasi ThinkstockIlustrasi

NEW YORK, KOMPAS.com - Belajar untuk mencapai kesuksesan tidak harus selalu dari hal-hal baik.

Belajar dari kesalahan orang lain juga bisa menciptakan perbedaan yang besar dan membantu Anda mencapai kesuksesan maupun kesejahteraan materi.

Dikutip dari CNBC, Rabu (15/1/2020), berikut ini 6 kesalahan yang tidak pernah ilakukan oleh orang-orang sukses nan kaya.

1. Malas

"Sifat malas memang menggoda. Akan tetapi, jika Anda ingin mencapai hasil yang besar, Anda harus bekerja," kata Michael Ovitz, mantan presiden The Walt Disney Company, investor, dan filantropis.

Ovitz mengatakan, ia dibesarkan oleh orang tua yang mengatakan padanya bahwa ia dapat melakukan apapun yang diinginkannya dan menjadi apapun yang ia inginkan, asalkan ia berusaha keras.

"Saya mungkin bekerja terlalu keras, tapi itu yang harus dilakukan," ucapnya.

Baca juga: Ingin Anak Jadi Pebisnis Sukses? Ini 4 Tips dari Ibunda Elon Musk

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Berperilaku negatif

"Ketika saya merekrut seseorang untuk bisnis saya atau bermitra dengan pengusaha di Shark Tank, saya melihat satu hal, (yaitu) perilaku yang positif," ujar Barbara Corcoran, pendiri The Corcoran Group dan investor Shark Tank.

Corcoran menyebut, sebelumnya ia biasa berpikir bisa mengubah seseorang yang berperilaku negatif, namun kemudian ia belanjar untuk memecat mereka.

"Hanya butuh 1 orang negatif di dalam kelompok berisi 10 orang positif untuk membuat satu tim gagal. Namun, tidak ada yang bisa mengalahkan orang yang mengatakan, 'kita bisa melakukannya'," terang Corcoran.

3. Menunggu terlalu lama untuk mengambil keputusan

Shaun Rawls, pendiri dan CEO Rawls Consulting dan penulis buku F’-IT-LESS, beberapa tahun lalu ia belajar prinsip yang sangat bernilai dari mantan Menteri Luar Negeri dan jenderal AD AS Colin Powell bahwa seseroang hanya butuh 40 sampai 70 persen informasi untuk membuat keputusan. 

"Jika Anda bisa mengaplikasikan aturan 40/70, Anda akan sukses dalam apapun yang Anda lakukan," sebut Rawls.

Jika Anda menunggu hingga benar-benar yakin, maka Anda akan kehilangan kesempatan. Percaya insting Anda dan tentukan keputusan.

"Kepemimpinan yang efektif adalah paduan pengetahuan dan pengalaman. Seringkali kemampuan Anda untuk mengambil keputusan saat tidak ada informasi bisa menjadi proposisi nilai Anda yang sangat berharga," imbuh Rawls.

Baca juga: Ingin Sukses di 2020? Tinggalkan 6 Hal Ini

4. Tidak tersenyum

"Senyum yang hangat dan tulus langsung menciptakan kepercayaan, yang merupakan batu loncatan menuju setiap transaksi bisnis. Tak hanya memberikan energi positif terhadap ekspresi Anda, namun (senyum) juga membuat Anda tampak mudah untuk didekati," tutur Holly Parker, pendiri dan CEO The Holly Parker Team di Douglas Elliman.

Parker mengungkapkan, orang ingin melakukan bisnis dengan orang yang mereka suka, terhubung, dan merasa nyaman.

"Jangan tebar senyum palsu. Semakin tulus Anda, semakin Anda akan memberikan dampak. Studi juga menemukan bahwa senyum membuat Anda lebih bahagia, sehat, dan kreatif. Lagipula, senyum itu gratis." imbuh Parker.

Baca juga: Para Miliarder Membuktikan, Lakukan 5 Hal Ini Bikin Anda Sukses

5. Mencoba mengatur segalanya

"Jika Anda ingin mencapai tujuan-tujuan Anda, tinggalkan keyakinan umum bahwa segalanya berada di bawah kendali Anda," terang Alon Rajic, CEO Review Home Warranties.

Rajic menyatakan, kerap kali Anda harus menerima kenyataan sebuah situasi dan fokus pada pengaturan waktu terhadap hal-hal di mana Anda bisa benar-benar menciptakan perbedaan.

"Ini adalah kunci mencapai kesuksesan baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi," imbuh Rajic.

6. Fokus pada banyak hal dalam satu waktu

"Pilihlah satu hal yang benar-benar Anda sukai dan lakukan itu lebih baik dari orang lain. Terlalu banyak oang memiliki 1.000 ide brilian dan tidak pernah memulai. Sebaliknya, mereka terlibat dalam urusan orang lain," kata James Daily, salah satu pendiri Daily Law Group.

Misalnya, jika Anda bukan pengacara, jangan menganggap Anda seorang pengacara. Tetap pada jalur Anda dan delegasikan hal yang tak bisa Anda tangani ke profesional.



Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Tinggi, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong Mulai Hari Ini

Kasus Covid-19 Tinggi, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong Mulai Hari Ini

Whats New
[POPULER MONEY] BPK Minta BP Jamsostek Lepas Sejumlah Saham | Cara Cek NIK KTP Secara Online

[POPULER MONEY] BPK Minta BP Jamsostek Lepas Sejumlah Saham | Cara Cek NIK KTP Secara Online

Whats New
Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Perkapalan, Ini Cara Daftarnya

Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Perkapalan, Ini Cara Daftarnya

Whats New
Fitur Biometrik Dikembangkan, Buka Rekening di BSI Mobile Tak Sampai 5 Menit

Fitur Biometrik Dikembangkan, Buka Rekening di BSI Mobile Tak Sampai 5 Menit

Rilis
Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

Rilis
Kerap Dicatut, KSEI Tegaskan Tak Pernah Tawarkan Investasi

Kerap Dicatut, KSEI Tegaskan Tak Pernah Tawarkan Investasi

Whats New
13 Sektor Industri Minta Jatah Gas Subsidi

13 Sektor Industri Minta Jatah Gas Subsidi

Whats New
RUU Perlindungan Data Pribadi dan Monetisasi Jejak Digital Pengguna

RUU Perlindungan Data Pribadi dan Monetisasi Jejak Digital Pengguna

Whats New
Asrama Haji Pondok Gede Disulap Jadi Lokasi Perawatan Pasien Covid-19

Asrama Haji Pondok Gede Disulap Jadi Lokasi Perawatan Pasien Covid-19

Whats New
Sandiaga Uno Minta Pembangunan Borobudur Highland Dipercepat

Sandiaga Uno Minta Pembangunan Borobudur Highland Dipercepat

Whats New
Menko Luhut Sebut Pemerintah akan Terus Dukung Proyek Investasi Kawasan IWIP

Menko Luhut Sebut Pemerintah akan Terus Dukung Proyek Investasi Kawasan IWIP

Rilis
Akan Segera Meluncur, Ini Nama Bank Digital Keluaran BCA

Akan Segera Meluncur, Ini Nama Bank Digital Keluaran BCA

Whats New
Kemenperin: Tidak Ada Kelangkaan Tabung Oksigen

Kemenperin: Tidak Ada Kelangkaan Tabung Oksigen

Whats New
Tak Mampu Digaji, 637 Guru di Daerah TIdak Diusulkan untuk Penetapan NIK PPPK

Tak Mampu Digaji, 637 Guru di Daerah TIdak Diusulkan untuk Penetapan NIK PPPK

Whats New
Kasus Covid-19 Melonjak, Penjualan Sepeda Motor Diprediksi Bakal Kena Imbas

Kasus Covid-19 Melonjak, Penjualan Sepeda Motor Diprediksi Bakal Kena Imbas

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X