Ini 3 Hal yang Bakal Terjadi jika Milenial Melek Keuangan

Kompas.com - 29/01/2020, 18:08 WIB
generasi milenial SHUTTERSTOCKgenerasi milenial

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki tahun 2020, Indonesia mulai menghadapi fase bonus demografi dengan populasi milenial mencapai sepertiga atau 34 persen dari total populasi.

Hampir semua pelaku industri, termasuk di sektor keuangan, berlomba - lomba untuk menggarap potensi yang menggiurkan dari generasi milenial.

Berbagai pendekatan dan strategi bisnis diimplementasikan agar tetap relevan dengan milenial yang memiliki karakter unik, tumbuh bersama teknologi, dan beraktivitas secara serba digital.

Bagi industri fintech, generasi milenial pun menyumbang persentase basis konsumen yang besar.

Baca juga: Ini Tren Ibu Milenial Masa Kini dalam Berikan Nutrisi Terbaik untuk Anak

Di sisi lain, seringkali generasi milenial dianggap tidak memiliki strategi investasi dan pengelolaan keuangan yang baik. Hal ini juga terlihat oleh temuan berbagai survei di masyarakat.

Pengaruh gaya hidup yang dinamis ditambah minimnya pengetahuan tentang pengelolaan keuangan menjadi tantangan bagi generasi milenial untuk mengatur keuangan.

General Manager Kredivo Lily Suriani menilai, potensi dan dampak yang luar biasa jika milenial yang melek digital juga mampu menjadi generasi melek keuangan.

“Salah satu faktor pendukung untuk menjadikan sebuah negara sehat secara ekonomi adalah masyarakatnya yang harus  sehat secara finansial," katanya dalam siaran resmi, Rabu (29/1/2020).

Menurut Lily, urgensi untuk membantu milenial agar mampu menerapkan sistem keuangan yang sehat sangat penting dewasa ini.

Hal ini karena pada akhirnya sistem keuangan yang baik dapat memberikan kontribusi yang signifikan tidak hanya bagi individu milenial tersebut, namun juga secara perlahan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara yang berkualitas.

Baca juga: Erick Thohir Rayu Bank Jepang Bantu Program 1 Juta Rumah bagi Milenial

Lalu, seperti apa dampak signifikan yang ditimbulkan ketika milenial yang berjumlah sepertiga dari total penduduk Indonesia ini melek keuangan :

1. Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan

Dampak yang paling nyata dalam hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. 

Milenial akan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan dan mudah mendapatkan akses layanan finansial, seperti kredit usaha, asuransi dan instrumen investasi lainnya.

"Terlebih ketika generasi ini sudah memiliki pemahaman berbagai macam instrumen investasi yang dapat menjadi nilai lebih bagi kemampuan finansial mereka sendiri, bekal pendapatan di masa depan yang dimiliki pun semakin bertambah," jelasnya.

Hal ini membuat milenial memiliki kemandirian secara ekonomi dan harapan hidup yang  berkualitas di masa depan terutama saat di usia yang sudah tidak produktif.

2. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia

Jika milenial Indonesia menjadi generasi melek keuangan, kekuatan ini juga dapat berimplikasi pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia di Indonesia.

Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) melihat bahwa terdapat korelasi di antara banyaknya masyarakat yang memiliki kemampuan literasi keuangan dengan skor PISA (Programme for International Student Assessment) yang ada pada negara tersebut melalui edukasi kemampuan keuangan (financial education).

Menurut dia, kemampuan untuk melek keuangan berdampak langsung kepada peningkatan kualitas SDM, ketika individu tersebut belajar bagaimana menganalisis masalah, membuat keputusan, dan mengukur risiko dalam permasalahan ekonomi yang ada.

"Lambat laun kemampuan setiap individu ini dapat berdampak pada akselerasi angka Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) Indonesia, khususnya pada kelompok masyarakat usia produktif," ungkapnya.

Baca juga: Tiga Investasi Ini Tepat untuk Milenial, Apa Saja?

3. Pengentasan kemiskinan

Tidak hanya Otoritas Jasa Keuangan, namun Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) juga menyebutkan peningkatan literasi keuangan memiliki pengaruh yang signifikan dalam usaha pengentasan kemiskinan.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa di era globalisasi ini, baik peningkatan literasi keuangan, kesadaran menabung, dan akses terhadap jasa keuangan formal sangatlah diperlukan agar dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan dan kondisi ekonomi, terutama bagi generasi milenial yang menjadi penggerak ekonomi bangsa.

"Melihat besarnya potensi dampak strategis dari terciptanya milenial yang melek keuangan, inovasi-inovasi di bidang keuangan yang dapat mendorong edukasi maupun perluasan akses terhadap produk dan layanan keuangan perlu digalakkan, terutama melalui adopsi teknologi yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan milenial masa kini," tambahnya.

Baca juga: Terungkap, Kelebihan Pekerja Milenial hingga Baby Boomers



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X