Hari Pers Nasional, Erick Thohir Ceritakan Pengalaman Hadapi Jurnalis

Kompas.com - 09/02/2020, 15:09 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMenteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap tanggal 9 Februari.

Memperingati hari tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN), Erick Thohir menceritakan dan menggambarkan pengalamannya selama ini menghadapi para jurnalis.

Ke manapun Erick mendatangi suatu acara, para jurnalis selalu menunggu dan menghadang. Tujuannya untuk mendapatkan informasi terkini terkait perkembangan tugas dan tanggung jawab dirinya mengevaluasi seluruh perusahaan BUMN di bawah kementeriannya.

Baca juga: Hari Pers Nasional, Menko PMK Ingatkan Tantangan Lawan Hoaks

"Kira-kira inilah pemandangan yang biasa terjadi setelah saya mengisi suatu acara. Teman-teman wartawan biasanya sudah menunggu untuk mengkonfirmasi banyak hal," katanya dalam tautan pada akun Instagram miliknya, Minggu (9/2/2020).

Erick pun sebelum menjadi menteri, pernah menjadi Komisaris Utama di PT Mahaka Media Tbk, salah satu perusahaan media nasional.

Maka tak heran, jika dirinya tak asing dengan tugas jurnalis yang dinilai sangat membantu pemerintah dalam menginformasikan.

"Sinergi antara pemerintah, media dan masyarakat akan sangat membantu lajur informasi sehingga proses demokrasi bisa berjalan dengan baik. Selamat Hari Pers Nasional. Semoga insan pers Indonesia selalu bekerja dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dan bangsa," ujarnya.

Baca juga: 4 Hal Penting Pidato Jokowi Saat Hari Pers Nasional di Kalsel, Melawan Information Disorder

Hal senada juga diutarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Dia mengingatkan, pentingnya peran media massa dalam melawan penyebaran informasi bohong atau hoaks.

Hal itu disampaikan Muhadjir dalam peringatan Hari Pers Nasional hari ini.

Muhadjir mengatakan, pers memiliki pengaruh yang besar dalam menentukan arah kebudayaan. Pers bisa membuat budaya semakin maju atau bisa pula sebaliknya.

Contoh kemunduran budaya, kata dia, adalah maraknya penyebaran informasi bohong ke khalayak.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X