Jaga Kecukupan Likuiditas Rupiah di Pasar, BI Lakukan Repo

Kompas.com - 23/03/2020, 12:44 WIB
Ilustrasi rupiah. THINKSTOCKS/FITRIYANTOANDIIlustrasi rupiah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menjaga kecukupan likuiditas rupiah melalui skema repo dengan jaminan Surat Berharga Negara (SBN).

"Bank Indonesia akan konsisten memastikan kecukupan likuiditas rupiah di pasar uang dengan membuka instrumen term repo. BI meminjamkan likuiditas dengan agunan SBN untuk tenor 1 minggu, 2 minggu, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan," ujar Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI, Nanang Hendarsah melalui pesan tertulisnya, Senin (23/3/2020).

Selain itu, BI membuka lelang valuta asing hingga tenor 12 bulan yang dilaksanakan setiap hari.

Baca juga: Rupiah Dekati Rp 17.000, Fundamental Ekonomi RI Jauh Lebih Kuat dari Krisis 1998

"Langkah ini untuk memberikan kepastian kepada bank agar dapat mengakses likuditas ke bank sentral untuk tenor (term) yang lebih panjang," katanya.

Keputusan pelelangan tersebut sampai 12 bulan ke depan, lanjut Nanang, sudah dikoodinasikan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sentimen negatif wabah virus corona masih menyelimuti rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot Senin (23/3/2020) masih melemah.

Bahkan pada siang ini hampir menyentuh level psikologis Rp 17.000 per dollar AS. Namun demikian, rupiah kembali menguat sesaat setelah ada intervensi dari Bank Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X