Gubernur BI: Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp 15.000 Per Dollar AS sampai Akhir Tahun

Kompas.com - 02/04/2020, 12:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memproyeksi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tetap bergerak stabil dan bisa menguat Rp 15.000 per dollar AS sampai akhir tahun 2020.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang kini mencapai Rp 16.000 per dollar AS masih sangat memadai. Pihaknya bakal terus melakukan stabilisasi agar nilai tukar tetap memadai bahkan mengalami penguatan.

"Kami punya keyakinan tidak hanya bergerak stabil tapi bahkan akan cenderung menguat sampai Rp 15.000 sampai akhir tahun ini," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi video, Kamis (2/4/2020).

Baca juga: Kembali Melemah, Berikut Kurs Rupiah terhadap Dollar AS di 5 Bank Besar

Adapun jika rupiah tembus Rp 17.500 per dollar AS hingga Rp 20.000 per dollar AS, pihaknya bakal langsung mengambil langkah-langkah antisipatif.

Begitu pun dengan pertumbuhan ekonomi yang diupayakan tidak lebih rendah dari 2,3 persen pada 2020.

"Kami perlu mempertegas lagi, apa yang disampaikan adalah what if scenario, bukan proyeksi. Kita dengan berbagai policy-policy, pertumbuhan ekonomi kita upayakan tidak akan lebih rendah dari 2,3 persen PDB maupun di sektor keuangan termasuk nilai tukar," ungkapnya.

Agar skenario terburuk itu bisa dicegah, BI mengaku bakal terus menyiapkan langkah-langkah bersama stakeholder terkait, seperti Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Salah satu langkah yang telah disiapkan pemerintah adalah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.

Dalam Perppu disebutkan, Bank Indonesia diizinkan untuk untuk membiayai defisit APBN melalui pembelian Surat Utang Negara (SUN) serta Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) jika memungkinan.

"Sebelum mencapai itu, makanya kita diskusikan berbagai langkah agar what if scenario-nya bisa dicegah. Karena UU yang sekarang tidak memungkinkan, maka dikeluarkan Perppu," pungkasnya.

Baca juga: Ini Langkah BI agar Kurs Rupiah Tidak Terus Melemah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bos Indofood Bantah Kabar soal Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Bos Indofood Bantah Kabar soal Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Whats New
OJK: Sampai Saat Ini Belum Ada Rencana untuk Normalisasi Jam Perdagangan Bursa

OJK: Sampai Saat Ini Belum Ada Rencana untuk Normalisasi Jam Perdagangan Bursa

Whats New
Mengenal Tugas CEO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan

Mengenal Tugas CEO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan

Whats New
Beda Pendapat dengan Mentan, Mendag Sebut Harga Mi Instan Tidak Akan Naik 3 Kali Lipat

Beda Pendapat dengan Mentan, Mendag Sebut Harga Mi Instan Tidak Akan Naik 3 Kali Lipat

Whats New
Inflasi Pangan Tembus 10 Persen, Gubernur BI: Harusnya Tidak Boleh Lebih dari 5-6 Persen

Inflasi Pangan Tembus 10 Persen, Gubernur BI: Harusnya Tidak Boleh Lebih dari 5-6 Persen

Whats New
Atasi Sampah Organik, Bank DBS Indonesia dan Kebun Kumara Hadirkan Layanan Kompos Kolektif

Atasi Sampah Organik, Bank DBS Indonesia dan Kebun Kumara Hadirkan Layanan Kompos Kolektif

BrandzView
Lakukan Transformasi Bisnis, Produk Bebas Asap Philip Morris Tersedia di 70 Pasar

Lakukan Transformasi Bisnis, Produk Bebas Asap Philip Morris Tersedia di 70 Pasar

Whats New
Ini Strategi Surveyor Indonesia untuk Dongkrak Pendapatan

Ini Strategi Surveyor Indonesia untuk Dongkrak Pendapatan

Rilis
Jurus Kemenaker Turunkan Jumlah Pengangguran pada Tahun Ini

Jurus Kemenaker Turunkan Jumlah Pengangguran pada Tahun Ini

Whats New
Aplikasi Investasi Ajaib Alami Gangguan, Ini Kata Manajemen

Aplikasi Investasi Ajaib Alami Gangguan, Ini Kata Manajemen

Whats New
Produsen Pelat Baja Gunawan Dianjaya Steel Lirik Potensi Pasar IKN

Produsen Pelat Baja Gunawan Dianjaya Steel Lirik Potensi Pasar IKN

Whats New
Digitalisasi UMKM dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Digitalisasi UMKM dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Whats New
Pendamping Sosial Dinilai Perlu Beralih Status Jadi PPPK

Pendamping Sosial Dinilai Perlu Beralih Status Jadi PPPK

Whats New
Harga Mi Instan Bakal Naik, Simak Harganya di Gerai Retail Hari Ini

Harga Mi Instan Bakal Naik, Simak Harganya di Gerai Retail Hari Ini

Whats New
Tarif Ojek Online Naik, Ini Tanggapan Gojek, Grab, dan Asosiasi

Tarif Ojek Online Naik, Ini Tanggapan Gojek, Grab, dan Asosiasi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.