Kompas.com - 17/05/2020, 18:59 WIB
Rumah berbahan dasar baja ringan untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Vietnam. hiroyuki okiRumah berbahan dasar baja ringan untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Vietnam.

"Selain itu, dengan pemanfaatan teknologi baja ringan ini, masalah kebutuhan rakyat akan rumah layak huni yang terus meningkat juga dapat teratasi," urai Stephanus.

Seperti diketahui, di beberapa wilayah di Indonesia, kebutuhan Rumah Sederhana Sehat, khususnya, untuk masyarakat berpenghasilan rendah masih belum seimbang dengan pasokannya.

Sebagai contoh, berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, saat ini masih ada 720.000 backlog (timbunan yang belum dikerjakan) dari sisi kepemilikan dan 530.000 backlog dari sisi kepenghunian.

Jumlah itu tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Bertolak dari fakta itu, Stephanus berpandangan, penggunaan baja ringan pada pembangunan Rumah Sederhana Sehat terlebih yang sudah mengantungi Standar Nasional Indonesia (SNI) sebenarnya masih bisa ditingkatkan.

Kemudian, konstruksi baja ringan yang dipasang oleh tukang bersertifikat keahlian, keamanannya pun jadi lebih terjamin.

"Banyak hal positif yang bisa diraih dengan meningkatkan penggunaannya sehingga roda ekonomi dapat kembali berputar," kata Stephanus Koeswandi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.