KILAS

Harga Sembako Stabil Selama Lebaran, Ketua HKTI Jabar Apresiasi Kementan

Kompas.com - 28/05/2020, 09:52 WIB
Seorang petani tengah memanen padi pada musim panen raya di desanya. Dok RUMAH ZAKATSeorang petani tengah memanen padi pada musim panen raya di desanya.

"Pemerintah harus memberikan jaminan atas kualitas hidup yang lebih baik lagi bagi para petani khususnya di era new normal nanti. Karena berkat petani, produksi kita kian meningkat," tuturnya.

Surplus produk pertanian

Sementara itu, Kepala Pusdatin Kementan Ketut Kariyasa mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 ini, produk pertanian justru menunjukkan kinerja yang terus membaik dan tercatat mengalami surplus.

Dia membeberkan, pada 2019 saja, jumlah ekspor produk pertanian sekitar 43,26 juta ton dengan nilai Rp 372,57 triliun.

Sementara itu, jumlah impor produk pertanian pada tahun yang sama sebesar 30,10 juta ton dengan nilai Rp 250,86 triliun, sehingga ada surplus perdagangan sebesar Rp 121,71 triliun dalam tahun itu.

Baca juga: Dukung Pangan Nasional, Kementan Distribusikan 46,27 Persen Pupuk Bersubsidi

"Bahkan selama Januari-April 2020, ekspor produk pertanian menunjukan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," terangnya.

Ketut menambahkan, selama Januari hingga April 2020, nilai ekspor pertanian meningkat 16,9 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun 2019, dari Rp 115,18 triliun meningkat menjadi Rp 134,63 triliun.

Selain itu, surplus perdagangan produk pertanian selama Januari hingga April 2020 juga meningkat signifikan, yaitu 32,96 persen dari sebesar Rp 33,62 triliun (Januari-April 2019) meningkat menjadi Rp 44,70 Triliun (Januari-April 2020).

"Tahun 2019, China adalah negara tujuan ekspor utama produk pertanian kita. Dari ekspor produk pertanian senilai 26,31 miliar dollar AS (Rp 372,57 triliun), sebanyak 15,93 persen diekspor ke China,” katanya.

Baca juga: PDB Pertanian Naik di Triwulan I, Kementan Prediksi Kenaikan Berlanjut Hingga 2021

Selain China, negara tujuan ekspor berikutnya adalah India dengan pangsa pasar 11,24 persen, disusul Amerika Serikat 9,03 persen, Malaysia 5,05 persen, dan Pakistan 4,73 persen.

Perlu diketahui, nilai ekspor produk pertanian Indonesia ke China selama tahun 2019 sekitar Rp 55,07 triliun dan nilai impor Rp 28,68 triliun, sehingga ada surplus Rp 26,39 Triliun.

Pada 2020 (selama Januari-Maret) Indonesia juga mengalami surplus perdagangan dengan China sekitar Rp 2,41 Triliun.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X