Kunjungan Wisman Anjlok 87,44 Persen pada April 2020

Kompas.com - 02/06/2020, 13:04 WIB
Wisatawan mancanegara menikmati keindahan terasering sawah di obyek wisata Ceking Terrace, Gianyar, Bali, Jumat (28/12/2018). Obyek wisata di Bali kini padat pengunjung karena liburan panjang Hari Natal, Hari Galungan dan Kuningan serta tahun baru, sehingga ditargetkan memberi dampak positif setelah sempat anjlok tahun lalu akibat erupsi Gunung Agung.  ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWOWisatawan mancanegara menikmati keindahan terasering sawah di obyek wisata Ceking Terrace, Gianyar, Bali, Jumat (28/12/2018). Obyek wisata di Bali kini padat pengunjung karena liburan panjang Hari Natal, Hari Galungan dan Kuningan serta tahun baru, sehingga ditargetkan memberi dampak positif setelah sempat anjlok tahun lalu akibat erupsi Gunung Agung.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, terjadi penurunan tajam kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada April 2020. Tercatat, kunjungan wisman hanya tersisa 160.000 orang.

Jumlah kunjungan wisman ini anjok 87,44 persen dibandingkan April 2019 atau secara tahunan (year on year/yoy). Sedangkan dibandingkan Maret 2020, jumlah wisman tersebut turun 66,02 persen.

"Dampak Covid-19 ke pariwisata sudah terjadi sejak Februari 2020. Pergerakan grafik sangat tidak biasa, kita perlu berhati-hati karena berdampak ke sektor pendukungnya seperti hotel, transportasi, industri ekonomi kreatif, perdagangan dan seterusnya," kata kepada BPS Suhariyanto dalam konferensi video di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Baca juga: Ini Daftar Harga BBM Bulan Juni

Pria yang akrab disapa Kecuk ini mengatakan, penurunan wisman hampir terjadi di semua pintu masuk. Pintu masuk udara di Bandara Soekarno Hatta turun 99,97 persen secara tahunan, Bandara Ngurah Rai 99,94 persen secara tahunan, dan Bandara Juanda 98,89 persen secara tahunan.

Di pintu masuk laut, Pelabuhan Batam turun 99,27 persen secara tahunan dan Tanjung Balai Karimun 99,94 persen secara tahunan. Kemudian di pintu masuk darat, terjadi penurunan 100 persen di Atambua.

Dari sisi kebangsaan, wisman turun drastis hingga 100 persen. Kunjungan wisman dari Yaman turun 100 persen, dari Kuwait 100 persen, dari Malaysia 74,85 persen, dan yang terkecil adalah dari Timor Leste sebesar 18,26 persen.

Dengan begitu, komposisi jumlah wisman menurut kebangsaan praktis berubah total. Dari 160.000 kunjungan wisman, sebanyak 52 persen dari Timor Leste dan 39 persen dari Malaysia.

Baca juga: Soal Dana Talangan ke Garuda, BUMN: Pemerintah Hanya Jadi Penjamin

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X