Resmikan RDF, Luhut: Presiden Sudah Kritik Kami Para Pembantunya...

Kompas.com - 21/07/2020, 13:23 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kuliah umum kepada ratusan perwira TNI, di Jakarta, Rabu (8/7/2020). Dokumentasi Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kuliah umum kepada ratusan perwira TNI, di Jakarta, Rabu (8/7/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah meresmikan fasilitas pengolahan sampah dengan sistem Refuse Derived Fuel (RDF) di Cilacap, Jawa Tengah.

Peresmian dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, hingga Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin.

Luhut mengatakan, fasilitas pengolahan sampah menjadi briket sebagai pengganti batu bara tersebut merupakan solusi pemerintah mengatasi permasalahan penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).

Baca juga: Dalam Satu Hari, Kekayaan Jeff Bezos Melonjak Rp 191,1 Triliun

"Kita sudah 12 tahun bicara waste to energy, Presiden (Joko Widodo) sudah mengkritk kami para pembantunya, ini kok belum ada yang jadi. Kami rapat lagi, rapat lagi, dan ini sekarang jadi barang ini," ujarnya pada saat memberikan sambutan dalam peresmian Fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Cilacap, Selasa (21/7/2020).

Fasilitas RDF tersebut nantinya mampu mengolah sampah sebanyak 120 ton per hari. Lalu menghasilkan 30-40 ton briket setiap harinya.

Selain mengurangi penumpukan sampah, RDF juga disebut mampu mengurangi emisi gas buang dan metana hingga 19.000 ton.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini sekarang saya pikir lebih baik dari waste to energy. Jadi RDF ini satu langkah yang sangat hebat," katanya.

Baca juga: Perusahaan Ini Buka Banyak Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1

Selain itu, melalui peresmian fasilitas ini juga, Luhut mengajak para pemangku kebijakan dan masyarakat untuk mempriotaskan penanganan isu sampah.

"Menurut saya sampah ini bisa menimbulkan berbagai macam penyakit. Oleh karena itu mari kita bersihkan sampah ini, kita berperang melawan sampah, dan bahu membahu melakukan ini," tuturnya.

Untuk mengatasi permasalahan penumpukan yang terjadi saat ini, Luhut ingin fasilitas RDF dapat dikembangkan di wilayah laing.

Baca juga: 7 Perusahaan Asing Mau Pindah ke RI, Bakal Serap 30.000 Tenaga Kerja

Sehingga nantinya jumlah penumpukan sampah akan terus berkurang dan pada saat bersamaan produksi briket sebagai alternatif batu bara semakin masif.

"Kita bersepakat, mau bikin copy (RDF) ini saja, 28.000 ton sampah per hari ini bisa kita selesaikan," ucapnya.

Baca juga: Daftar 5 Proyek Mobil Nasional yang Berakhir Kegagalan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sandiaga Uno: WSBK Dorong Kenaikan Wisatawan ke Lombok

Sandiaga Uno: WSBK Dorong Kenaikan Wisatawan ke Lombok

Whats New
IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat Sore Ini

IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat Sore Ini

Whats New
Jualan Online Kena Pajak, Bagaimana Aturan Pajak Olshop?

Jualan Online Kena Pajak, Bagaimana Aturan Pajak Olshop?

Whats New
Hadapi Varian Omicron, Sri Mulyani: RI Punya Bekal Kuat

Hadapi Varian Omicron, Sri Mulyani: RI Punya Bekal Kuat

Whats New
Jejak Kemesraan Erick Thohir dengan Banser

Jejak Kemesraan Erick Thohir dengan Banser

Whats New
DPR Setujui Anggaran Operasional Bank Indonesia Rp 28,41 Triliun Pada 2022

DPR Setujui Anggaran Operasional Bank Indonesia Rp 28,41 Triliun Pada 2022

Whats New
Nilai Investasi Bisnis Pengisian Kendaraan Listrik Bisa Capai 1,6 Triliun Dollar AS pada 2040

Nilai Investasi Bisnis Pengisian Kendaraan Listrik Bisa Capai 1,6 Triliun Dollar AS pada 2040

Whats New
Allianz Life Indonesia Incar Potensi Pertumbuhan Minat Asuransi di Masa Pandemi

Allianz Life Indonesia Incar Potensi Pertumbuhan Minat Asuransi di Masa Pandemi

Rilis
Muncul Varian Omicron, Sandiaga Uno Bakal Evaluasi Daftar Negara yang Boleh Masuk Indonesia

Muncul Varian Omicron, Sandiaga Uno Bakal Evaluasi Daftar Negara yang Boleh Masuk Indonesia

Whats New
Revisi UU Cipta Kerja Didorong Masuk Prolegnas Prioritas Tahun 2022

Revisi UU Cipta Kerja Didorong Masuk Prolegnas Prioritas Tahun 2022

Whats New
Pemerintah Tawarkan 8 Blok Migas kepada Investor

Pemerintah Tawarkan 8 Blok Migas kepada Investor

Whats New
Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Itu Jangan, Harus Tahu Batasan

Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Itu Jangan, Harus Tahu Batasan

Whats New
Menko Airlangga: UU Cipta Kerja Sudah Rekrut 912.402 Tenaga Kerja Baru

Menko Airlangga: UU Cipta Kerja Sudah Rekrut 912.402 Tenaga Kerja Baru

Whats New
Luhut: Selama Beberapa Dekade, Indonesia Berpuas Diri dengan SDA yang Melimpah...

Luhut: Selama Beberapa Dekade, Indonesia Berpuas Diri dengan SDA yang Melimpah...

Whats New
UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Airlangga: Kemudahan Berusaha UMKM Tetap Berlaku

UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Airlangga: Kemudahan Berusaha UMKM Tetap Berlaku

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.