Tak Perlu Jadi Kutu Loncat untuk Naik Gaji, Begini Tipsnya

Kompas.com - 16/08/2020, 10:30 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

KOMPAS.com - Berapa gajimu saat ini? Itulah pertanyaan yang sering muncul, baik sebagai bahan evaluasi diri sendiri maupun saat melamar pekerjaan.

Bicara soal gaji memang tidak akan ada habisnya. Besar atau kecilnya gaji, sangat relatif bagi seseorang. Biasanya semakin tinggi jabatan seseorang, semakin tinggi pula gajinya. Ada juga yang mengukur gaji berdasarkan masa kerja dan seberapa besar risiko dari sebuah pekerjaan.

Nah, besaran gaji ini merupakan hasil kesepakatan antara perusahaan dan pekerja saat proses negosiasi gaji. Kemudian dituangkan dalam sebuah kontrak kerja dan dijanjikan naik dengan syarat-syarat tertentu, seperti peningkatan kinerja.

Sayangnya banyak pekerja yang lebih memilih menjadi ‘kutu loncat’ atau berpindah dari satu kantor ke kantor lain demi kesejahteraan yang lebih baik, terutama soal kenaikan gaji. Biasanya kalau pindah kantor, kesempatan naik gaji secara signifikan terbuka lebar.

Tapi sebetulnya kamu bisa kok naik gaji tanpa perlu jadi ‘kutu loncat.’ Berikut tipsnya seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Inisiatif dan bertanggung jawab

Jadilah karyawan yang inisiatif dan bertanggung jawab pada pekerjaan, niscaya gajimu akan naik. Inisiatif artinya kemampuan mengerjakan sesuatu tanpa harus diberi tahu. Biasanya datang dari diri sendiri, bukan disuruh atasan. Contohnya inisiatif melakukan meeting sebuah project agar dapat dikoordinasikan bersama tim lain.

Sementara bertanggung jawab adalah sikap seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. Misalnya menyelesaikan laporan keuangan setiap bulan tepat waktu.

Tipe karyawan demikian akan mendapat perhatian dari atasan. Atasan akan menilai kerjamu baik setiap hari. Kamu adalah karyawan yang tekun, rajin, dan enerjik, sehingga layak dipromosikan naik jabatan atau naik gaji. Karena atasan percaya kamu dapat berkontribusi lebih banyak bagi perusahaan dengan sebuah penghargaan kenaikan gaji.

2. Meningkatkan keahlian dan keterampilan

Pada dasarnya, atasan sangat menyukai karyawan yang mampu meningkatkan keahlian dan keterampilannya. Sebab dalam diri seseorang, pasti punya potensi yang harus diasah. Jika skill naik, peluang naik gaji lebih besar dengan jabatan lebih tinggi.

Contohnya, awalnya cuma jago membuat artikel tulisan. Kemudian keahlian dan keterampilan ditambah penguasaan teknik digital marketing, seperti SEO dan SEM, serta sosial media.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Whats New
Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Whats New
Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Whats New
Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Whats New
Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Whats New
Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Whats New
Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Whats New
Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Whats New
Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.