Insentif untuk UMKM, dari Subsidi Bunga hingga KUR Mikro

Kompas.com - 22/08/2020, 15:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberi keterangan tentang Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RKTM) kepada awak media di Nusa Dua, Bali, Jumat (21/8/2020).
DOK. Humas Partai GolkarMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberi keterangan tentang Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RKTM) kepada awak media di Nusa Dua, Bali, Jumat (21/8/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah fokus melakukan pemulihan terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pasalnya, UMKM menjadi salah satu sektor yang paling terpukul akibat merebaknya Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemulihan UMKM menjadi sangat penting bagi pemulihan ekonomi secara keseluruhan. Sebab, UMKM memiliki porsi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

"Dalam rangka pemulihan ekonomi, Indonesia membutuhkan dunia usaha termasuk UMKM lokal untuk segera bangkit," ujarnya, di Desa Budaya Kertalangu, Bali, Sabtu (22/8/2020).

Baca juga: Ini Syarat Rekening Bank yang Bisa Dapat Subsidi Gaji Rp 600.000

Untuk memulihkan UMKM, pemerintah fokus melakukan percepatan dan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR).

Langkah tersebut didukung dengan dialokisakannya Rp 123,4 triliun untuk pemulihan UMKM dalam anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Program PEN terus didorong untuk membantu masyarakat produktif memulihkan dan membangkitkan UMKM dan menumbuhkan kembali kegiatan ekonomi, mengingat peranan UMKM yang sangat besar bagi perekonomian,” tutur Airlangga

Pemerintah juga memberikan relaksasi kebijakan penundaan angsuran pokok KUR selama 6 bulan dan penundaan sementara kelengkapan dokumen administrasi sampai dengan berakhirnya masa pandemi Covid-19.

Baca juga: BP Jamsostek: Kemungkinan Bantuan Subsidi Gaji Disalurkan 25 Agustus

Selain itu, pemerintah juga memberikan tambahan subsidi bunga KUR dari 6 persen selama 3 bulan dan 3 persen selama 3 bulan, menjadi sebesar 6 persen sampai dengan Desember 2020.

Langkah selanjutnya yang dilakukan pemerintah untuk mendorong UMKM menumbuhkan kegiatan ekonomi yaitu menunda penetapan target penyaluran KUR sektor produksi tahun 2020 yang sebelumnya ditetapkan sebesar 60 persen.

Upaya berikutnya yaitu pemerintah menetapkan skema KUR Super Mikro yang utamanya menyasar pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau ibu rumah tangga yang menjalankan usaha produktif.

Melalui KUR super mikro ini, ibu rumah tangga dan korban PHK bisa mendapatkan kredit dengan suku bunga 0 persen hingga 31 Desember 2020, dengan nilai maksimum kredit yang diberikan Rp 10 juta.

“Berbagai langkah ini diharapkan dapat memberikan penguatan bagi UMKM untuk bertahan dan bangkit pada masa Covid-19,” ucap Airlangga.

Baca juga: Daftar Jadi Peserta BP Jamsostek Sekarang, Apa Tetap Bisa Dapat Subsidi Gaji?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X