HIngga Agustus 2020, PT PP Kantongi Kontrak Baru Rp 11,24 Triliun

Kompas.com - 17/09/2020, 20:45 WIB
PT Pembangunan Perumahan KONTAN/ BaihakiPT Pembangunan Perumahan

JAKARTA, KOMPAS.com - BUMN konstruksi PT PP (Persero) Tbk melaporkan perolehan kontrak baru sampai dengan Agustus 2020 sebesar Rp 11,24 triliun.

Direktur Utama PT PP Novel Arsyad menyatakan, di tengah pandemi virus corona (Covid-19), perseroan terus meraih kontrak-kontrak baru.

"Pencapaian kontrak baru sebesar Rp 11,24 triliun tersebut terdiri dari kontrak baru Induk Perseroan sebesar 84 persen dan Anak Perusahaan sebesar 16 persen," kata Novel dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2020).

Baca juga: PT PP Segera Rampungkan Proyek Pembangunan Istora Papua

Beberapa proyek yang diraih perseroan sampai dengan Agustus 2020 antara lain RDMP JO dengan nilai kontrak Rp 1,80 triliun, SPAM Pekanbaru senilai Rp 1,26 triliun, Bogor Apartment sebesar Rp 1,17 triliun, Sirkuit Mandalika sebesar Rp 817 miliar, dan Sport Centre Banten senilai Rp 794 miliar.

Kemudian, SGAR Alumina dengan nilai kontrak Rp 660 miliar, RDMP Reguler Rp 576 miliar, Jalan Kendari Toronipa Rp 412 miliar, Muara Bakah Pipeline & Refinery dengan nilai kontrak Rp 290 miliar, dan Dual Fuel Power Plant Freeport 80 MW senilai Rp 261 miliar.

Selain itu, ada pula proyek PLBN Long Nawang dengan nilai kontrak Rp 204 miliar.

“Perseroan berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 11,24 triliun sampai dengan akhir bulan Agustus 2020. Manajemen optimistis target kontrak baru tahun ini akan tercapai. Hal tersebut terlihat dari bermunculannya proyek-proyek baru yang diraih oleh perseroan di masa pandemi Covid-19 ini,” jelas Novel.

Baca juga: PT PP Selesaikan Proyek Bandara YIA Kulon Progo

Sampai dengan Agustus 2020, kontrak baru dari BUMN mendominasi perolehan kontrak baru
perseroan dengan kontribusi sebesar 46 persen, disusul oleh pemerintah sebesar 32 persen, dan swasta sebesar 22 persen.

Sedangkan, perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu gedung sebesar 32 persen, migas sebesar 24 persen, jalan dan jembatan sebesar 16 persen, irigasi
sebesar 15 persen, Power Plant sebesar 9 persen, industri sebesar 3 persen, dan lain-lain sebesar 2 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

Whats New
Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Whats New
Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X