Luhut: Efisiensi Biaya Ekosistem Logistik Capai Rp 1,5 Triliun

Kompas.com - 24/09/2020, 17:15 WIB
Asosiasi Jalan Tol Indonesia mwlaksanakan rapat koordinasi di Hotel Ayana Labuan Bajo bersama dengan Menteri Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri PUPR, Kamis-Jumat, 10-11/ September 2020. (HANDOUT/ATI) HANDOUT/ATIAsosiasi Jalan Tol Indonesia mwlaksanakan rapat koordinasi di Hotel Ayana Labuan Bajo bersama dengan Menteri Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri PUPR, Kamis-Jumat, 10-11/ September 2020. (HANDOUT/ATI)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, adanya pemangkasan ekosistem logistik nasional akan menghemat biaya logistik.

Pasalnya, menurut dia, selama ini ada 17 transaksi layanan logistik yang harus dilalui oleh para eksportir dan importir.

"Catatan saya yang pertama adalah cost efisiensi dari logistik ekosistem ini cukup besar ya Rp 1,5 triliun," ujarnya dalam konferensi pers bersama Ekonomi Logistik Nasional secara daring, Kamis (24/9/2020).

Baca juga: Ini Kesalahan yang Kerap Buat Perencanaan Keuangan Gagal Terealisasi

"Dengan adanya ekosistem ini hanya diputuskan satu, saya kira ini sebuah langkah yang sangat spektakular," sambungnya. 

Luhut menjelaskan, pemangkasan sistem logistik ekonomi ini sudah pernah dibahas sejak 2 tahun lalu. Namun, pada akhirnya baru terealisasi pada tahun ini.

Mantan Komandan Khusus Satgas Tempur Kopassus itu memuji Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang telah memangkas sistem layanan logistik tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"National Logistic Ecosystem (NLE) ini sejak saya di-briefing mungkin dua tahun lalu, jadi kalau hari ini Ibu Ani (Sri Mulyani) meluncurkan, saya kira sudah bagus. Pertemuan saya sudah enggak tahu berapa kali, tapi kemarin saya paksakan harus selesai bulan ini," ucapnya.

Baca juga: Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi Pos Indonesia

Luhut mengaku akan meninjau langsung ke Pelabuhan Batu Ampar di Batam, untuk mengamati langsung proses layanan logistik yang telah melalui single submission atau satu sistem saja.

Dia juga mengingatkan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Pelindo agar bekerja sama dalam pengawasan serta pelayanan sistem logistik.

"Setelah ini jadi, sekarang langkah eksekusinya bagaimana? Karena eksekusi ini menurut saya penting. Saya minta Mas Heru (Dirjen Bea Cukai) dan teman-teman Pelindo semua harus duduk baik-baik. Kedua, perlu pengawasan kita berlanjut," ujarnya.

Baca juga: PSBB Jilid II, Angka Kunjungan ke Restoran di Jakarta Turun Jadi 19 Persen



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

Whats New
Sri Mulyani Minta Pemda Ikut Bantu Siapkan Anggaran untuk Vaksinasi

Sri Mulyani Minta Pemda Ikut Bantu Siapkan Anggaran untuk Vaksinasi

Whats New
Ciri-ciri Pinjol Ilegal, Tawarkan Pinjaman lewat SMS atau WhatsApp

Ciri-ciri Pinjol Ilegal, Tawarkan Pinjaman lewat SMS atau WhatsApp

Whats New
Pembangunan Jembatan Aek Tano Ponggol Ditargetkan Rampung 2022

Pembangunan Jembatan Aek Tano Ponggol Ditargetkan Rampung 2022

Whats New
BPK: 443 Pemda Belum Mandiri, Masih Bergantung ke Pemerintah Pusat

BPK: 443 Pemda Belum Mandiri, Masih Bergantung ke Pemerintah Pusat

Whats New
Daftar Instansi yang Buka Formasi CPNS 2021 untuk Lulusan SMA

Daftar Instansi yang Buka Formasi CPNS 2021 untuk Lulusan SMA

Work Smart
Kemendag Sebut Sepatu Olahraga Topang Kenaikan Ekspor Alas Kaki RI

Kemendag Sebut Sepatu Olahraga Topang Kenaikan Ekspor Alas Kaki RI

Whats New
Simak Daftar Lengkap Besaran UMR Yogyakarta Tahun 2021

Simak Daftar Lengkap Besaran UMR Yogyakarta Tahun 2021

Whats New
Utang Membengkak, BPK Khawatir Pemerintah Tak Sanggup Bayar

Utang Membengkak, BPK Khawatir Pemerintah Tak Sanggup Bayar

Whats New
Akibat Pengetatan Larangan di China, Kapitalisasi Aset Kripto Tergerus Rp 4.320 Triliun

Akibat Pengetatan Larangan di China, Kapitalisasi Aset Kripto Tergerus Rp 4.320 Triliun

Whats New
[TREN KARIER KOMPASIANA] Rahasia Karyawan Mencapai Kinerja Terbaik | Pelamar Kerja yang Pemalu | Membangun Personal Branding

[TREN KARIER KOMPASIANA] Rahasia Karyawan Mencapai Kinerja Terbaik | Pelamar Kerja yang Pemalu | Membangun Personal Branding

Rilis
PPKM Mikro Diperketat, Pengelola Pusat Perbelanjaan Minta Insentif Pajak

PPKM Mikro Diperketat, Pengelola Pusat Perbelanjaan Minta Insentif Pajak

Whats New
Lagi, Kredivo Dapat Suntikan Dana Segar Rp 1,4 Triliun

Lagi, Kredivo Dapat Suntikan Dana Segar Rp 1,4 Triliun

Rilis
BPK Berikan Opini WTP untuk Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2020

BPK Berikan Opini WTP untuk Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2020

Whats New
Ivermectin Sudah Dapat Izin Edar, Erick Thohir Ingatkan Penggunaannya Harus Pakai Resep Dokter

Ivermectin Sudah Dapat Izin Edar, Erick Thohir Ingatkan Penggunaannya Harus Pakai Resep Dokter

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X