Kerek Investasi, Dubes Lutfi Promosi ke Investor AS

Kompas.com - 25/09/2020, 10:15 WIB
Dubes RI untuk AS, M. Lutfi KBRIDubes RI untuk AS, M. Lutfi

JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat ( AS) Muhammad Lutfi, melakukan pertemuan dengan para investor Amerika Serikat (AS) untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi investasi.

Pertemuan ini dilakukannya sebagai langkah lanjutan usai pada 17 September 2020 lalu, ia telah menyerahkan Surat-Surat Kepercayaan kepada Presiden AS Donald Trump.

Lutfi menggelar pertemuan secara virtual pada 23-24 September 2020, dengan lebih dari 30 anggota US Chamber of Commerce dan lebih dari 70 perwakilan dari perusahaan anggota US-ASEAN Business Council yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Baca juga: Perusahaan AS Beli Bitcoin Rp 8,8 Triliun, Apa Menguntungkan?

Ia menjelaskan, khusus terkait kerja sama ekonomi Indonesia-AS, pihaknya memprioritaskan investasi, perdagangan dua arah, konektivitas digital, kesehatan, dan sumber daya manusia (SDM).

"Sebab untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebelum 2036 dan keluar dari middle-income trap, Indonesia perlu tingkatkan kontribusi investasi terhada PDB (Produk Domestik Bruto) dengan menciptakan iklim investasi yang baik,” ujarnya dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2020).

Di sisi lain, Indonesia juga perlu maksimalkan kontribusi ekspor-impor terhadap PDB, mendorong industri manufaktur dan industrialisasi melalui inovasi, serta transfer teknologi.

"Perlu pula perbaikan sistem pendidikan dan kesehatan," sebut mantan menteri perdagangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Adapun perusahaan yang hadir dalam pertemuan virtual tersebut berasal dari berbagai sektor, antara lain ekonomi digital, infrastruktur, energi, aviasi, dan kesehatan. Pengusaha AS menyebut, Indonesia merupakan prioritas utama bagi US Chamber.

Di sisi lain, pengusaha AS juga memberi respons positif terhadap penunjukkan Lutfi sebagai Dubes RI yang baru di AS. Mereka berharap hubungan ekonomi kedua negara bisa semakin meningkat.

"Ini menjadi keseriusan untuk meningkatkan hubungan dengan AS di segala bidang, termasuk ekonomi," ujar Presiden US-ASEAN Business Council Alex Feldman.

AS merupakan mitra dagang ke-16 bagi Indonesia. Total nilai perdagangan Indonesia-AS mencapai 30 miliar dollar AS dan neraca perdagangan memperlihatkan surplus di pihak Indonesia.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada tahun 2019, AS merupakan sumber investasi langsung atau penanaman modal asing (PMA) ke-7 dengan nilai investasi sebesar 989,3 miliar dollar AS pada 791 proyek.

Baca juga: Pemulihan Sektor Perdagangan hingga Restoran Diproyeksi Melambat



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelontorkan Rp 500 Miliar, JBio Bangun Pabrik Biofarmasi dan Vaksin Modern

Gelontorkan Rp 500 Miliar, JBio Bangun Pabrik Biofarmasi dan Vaksin Modern

Whats New
Begini Cara Pesan Vaksin Covid-19 secara Mandiri

Begini Cara Pesan Vaksin Covid-19 secara Mandiri

Whats New
Menimbang Untung Rugi Indonesia dalam Perjanjian Perdagangan Asean

Menimbang Untung Rugi Indonesia dalam Perjanjian Perdagangan Asean

Whats New
Ekonomi Digital Tumbuh di Tengah Pandemi, Kini Asia Tenggara Punya 12 Startup Unicorn

Ekonomi Digital Tumbuh di Tengah Pandemi, Kini Asia Tenggara Punya 12 Startup Unicorn

Whats New
Ini Pinjol yang Terdaftar dan Berizin di OJK Per November 2020

Ini Pinjol yang Terdaftar dan Berizin di OJK Per November 2020

Whats New
ADB Beri Pinjaman Rp 8,46 Triliun ke PLN

ADB Beri Pinjaman Rp 8,46 Triliun ke PLN

Whats New
Erick Thohir Beberkan Alasan Pemerintah Tidak Pilih Vaksin Covid-19 Pfizher dan Moderna

Erick Thohir Beberkan Alasan Pemerintah Tidak Pilih Vaksin Covid-19 Pfizher dan Moderna

Whats New
Antisipasi Wabah DBD selama Pandemi, Enesis Grup Berikan Bantuan untuk Masyarakat Jawa Barat

Antisipasi Wabah DBD selama Pandemi, Enesis Grup Berikan Bantuan untuk Masyarakat Jawa Barat

Rilis
Survei Kemnaker: 88 Persen Perusahaan Terdampak Pandemi Covid-19

Survei Kemnaker: 88 Persen Perusahaan Terdampak Pandemi Covid-19

Whats New
Bantu Pulihkan Ekonomi, PGN Salurkan Gas ke PT Pupuk Kujang Cikampek

Bantu Pulihkan Ekonomi, PGN Salurkan Gas ke PT Pupuk Kujang Cikampek

Whats New
Erick Thohir Sebut Ada Kelompok Masyarakat yang Menolak Divaksin Covid-19

Erick Thohir Sebut Ada Kelompok Masyarakat yang Menolak Divaksin Covid-19

Whats New
Erick Thohir: UU Cipta Kerja Lahir untuk Dobrak Stagnasi Perekonomian RI

Erick Thohir: UU Cipta Kerja Lahir untuk Dobrak Stagnasi Perekonomian RI

Whats New
Saat Pandemi, Suntikan Dana ke Sektor Digital RI Capai 2,8 Miliar Dollar AS

Saat Pandemi, Suntikan Dana ke Sektor Digital RI Capai 2,8 Miliar Dollar AS

Whats New
Erick Thohir: 2,56 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

Erick Thohir: 2,56 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

Whats New
Pemerintah Kantongi Rp 10 Triliun Hasil Lelang Sukuk Negara

Pemerintah Kantongi Rp 10 Triliun Hasil Lelang Sukuk Negara

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X