Omnibus Law Pengaruhi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kompas.com - 12/10/2020, 08:16 WIB
Sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan saat demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (8/10/2020). Halte transjakarta, alat berat, pos polisi, kendaraan dirusak dan dibakar massa. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOSejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan saat demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (8/10/2020). Halte transjakarta, alat berat, pos polisi, kendaraan dirusak dan dibakar massa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) yang diperdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan akan tertekan pada Senin (12/10/2020). Pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup hijau dengan kenaikan 0,29 persen pada level 5.053,66.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja pada dasarnya tidak membuat pelaku pasar panik.

Namun, di sisi lain aksi demo berpotensi menyebabkan klaster baru penyebaran Covid-19. Hal ini diperkirakan akan meningkatkan jumlah kasus Covid dalam sepekan kedepan.

"IHSG berpeluang konsolidasi melemah. Pemerintah perlu bertindak tegas terkait segala bentuk demo anarkis yang melanggar protokol kesehatan," kata Hans kepada Kompas.com, Minggu (11/10/2020).

Baca juga: Akhiri Pekan, IHSG dan Rupiah Kompak Menguat

Adapun beberapa sektor industri akan positif akibat dampak Omnibus Law. Misalkan saja, sektor manufaktur. Hans menilai sektor manufaktur akan menuai manfaat dan berpeluang mendapatkan realokasi pabrik dari China ke Negara Asia Tengara.

"Ini positif karena kemudahan investasi bagi pemodal asing akan mengurangi ketergantungan foreign inflow ke dunia keuangan," kata Hans.

Di sisi lain, Undang-undang juga melindungi buruh dari potensi kehilangan pekerjaan akibat usaha pindah ke luar negeri, tutup karena kalah bersaing, investor asing tidak masuk untuk berusaha di Indonesia.

"UU juga dipandang positif bagi berbagai sektor usaha, meningkatkan investasi dan konsumsi domestik," tambah dia.

Pasar juga masih mencerna dengan seksama perkembangan politik di Amerika Serikat. Pasar keuangan juga berfluktuasi akibat naik turunnya kemajuan perundingan stimulus fiskal. Pelaku pasar juga mulai mengantisipasi peluang kemungkinan kandidat presiden Demokrat Joe Biden pada pemilihan presiden 3 November 2020.

Hans memproyeksikan IHSG akan bergerak pada level support 5.001 sampai dengan 4.962 dan resistance pada level 5.075 sampai dengan 5.100.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X