Kompas.com - 24/10/2020, 06:09 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam sepekan rata-rata nilai transaksi pasar modal Indonesia mengalami penurunan 1,1 persen menjadi Rp 9,02 triliun dibandingkan dengan pekan lalu Rp 9,12 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Yulianto Aji Sadono mengatakan, rata-rata volume transaksi harian juga turun 0,02 persen menjadi 12,16 miliar saham, dibanding dengan pekan lalu 12,16 miliar saham.

"Lalu, rata-rata frekuensi harian selama sepekan mengalami perubahan 9,28 persen menjadi 706,677 ribu kali transaksi dari 778,929 ribu kali transaksi pada penutupan pekan sebelumnya," kata Yulianto melalui siaran pers, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: PTPN V Ditargetkan Melantai di Bursa pada 2023

Namun demikian, bursa efek mencatatkan pergerakan data perdagangan yang variatif dan ditutup pada zona positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,17 persen pada level 5.112,18 dari posisi 5.103,41 pada penutupan pekan lalu.

Kemudian kenaikan juga terjadi pada kapitalisasi pasar sebesar 0,13 persen menjadi Rp 5.943,03 triliun dari Rp 5.935,3 triliun pada minggu lalu.

Investor asing kemarin mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 45,69 miliar. Dengan demikian, sepanjang tahun 2020, total nial jual bersih sebesar Rp 47,53 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama sepekan, terdapat pencatatan 2 obligasi dan 1 sukuk mudharabah. PT Indonesia Infrastructure Finance menerbitkan obligasi dengan nilai nominal Rp 1,5 triliun.

Baca juga: Bursa Efek Indonesia Buka 11 Lowongan Kerja, Cek Syaratnya di Sini

Selanjutnya, PT Sinas Mas Agro Resources and Technology Tbk juga menerbitkan obligasi senilai Rp 1,4 triliun. Pada hari berikutnya, PT Bussan Auto Finance (BAFI) menerbitkan sukuk mudharabah berkelanjutan dengan nilai nominal sebesar Rp 485 miliar.

Dengan ketiga pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 88 emisi dari 55 emiten senilai Rp 71,01 triliun.

Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 464 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 439,73 triliun dan 47,5 juta dollar AS diterbitkan oleh 127 emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 117 seri dengan nilai nominal Rp 3,54 triliun dan 400 juta dollar AS. EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp 7,28 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.