KILAS

Hadapi Transformasi Dunia Usaha, Kemnaker Siapkan Kurikulum Pelatihan Digital

Kompas.com - 23/10/2020, 19:47 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat memberikan sambutan dalam peresmian Indonesia Digital Entrepreneurship Summit, di Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (23/10/2020).
DOK. Humas KemnakerMenteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat memberikan sambutan dalam peresmian Indonesia Digital Entrepreneurship Summit, di Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (23/10/2020).

KOMPAS.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada proses transformasi dunia usaha.

Dia mencontohkan, saat ini banyak industri yang menerapkan work frome home. Dari sisi konsumen, dia menilai pandemi telah meningkatkan konsumsi masyarakat menggunakan teknologi dalam segala aspek.

"Dari perspektif ketenagakerjaan, di satu sisi revolusi digital entrepreneurship ini sangatlah baik karena dapat membuka banyak lapangan pekerjaan baru, terutama bagi angkatan kerja berpendidikan diploma dan universitas," katanya.

Ida mengatakan itu saat memberikan sambutan dalam peresmian Indonesia Digital Entrepreneurship Summit, di Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja, Kemnaker Transformasi BLK Secara Masif

Kemudian, di sisi lain kondisi tersebut memiliki tantangan dalam penyiapan angkatan kerja yang kebanyakan saat ini masih berpendidikan rendah, agar dapat siap menghadapi revolusi digital ini.

Untuk itu, dalam penyiapan sumber daya manusia, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengembangkan kurikulum pelatihan.

Kurikulum ini didesain untuk berfokus pada aspek human digital dengan metode pembelajaran yang mengoptimalkan teknologi (blended learning).

"Dengan semua usaha ini diharapkan pelaku wirausaha di Indonesia siap bertransformasi ke dalam digital entrepreneur sebagai salah satu ujung tombak pemulihan perekonomian di era digitalisasi dan bonus demografi pasca pandemi,"katanya.

Baca juga: Ini Alasan Kemnaker Tambah Komponen KHL Pekerja

Terutama, lanjutnya, transformasi ini dapat dimaksimalkan pelaku usaha Indonesia, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dalam mengembangkan usahanya.

Menurutnya, transformasi teknologi digital saat ini membuat pekerjaan menjadi sangat fleksibel, baik secara waktu atau pun tempat.

“Hal ini merupakan kondisi yang sangat tepat bagi pelaku digital startup dan UMKM untuk dapat berkembang," ungkap Ida seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker Suhartono turut menyampaikan besarnya potensi dari revolusi digital di Indonesia.

Dia berharap, Indonesia Digital Entrepreneurship Summit dapat menjadi katalisator untuk semakin tumbuhnya digital entrepreneurship, khususnya di Mojokerto dan Provinsi Jawa Timur.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Sekjen Kemnaker Minta Mahasiswa Polteknaker tetap Antusias Belajar

"Para pelaku UMKM di perkotaan dan di pedesaan terus kita dorong untuk terus berkembang usahanya dengan memanfaatkan platform digital," kata Suhartono.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X