Komut PGN Beberkan Cara Penghematan Proyek Pipa Blok Rokan hingga Rp 2,1 Triliun

Kompas.com - 04/11/2020, 16:36 WIB
Jajaran direksi dan komisaris PGN di Jakarta, Rabu (21/1/2020). KOMPAS.Com/ELSA CATRIANAJajaran direksi dan komisaris PGN di Jakarta, Rabu (21/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) atau PGN melalui PT Pertamina Gas atau Pertagas ditunjuk sebagai operator pembangunan pipa transmisi minyak mentah Blok Rokan, yang rencananya pada Agustus 2021 wilayah kerja (WK) tersebut akan dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Dalam pembangunan proyek pipa sepanjang 367 kilometer (km) itu, PGN disebut dapat menghemat biaya sebesar 150 juta dollar AS atau lebih dari Rp 2,1 triliun.

Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar mengatakan, melalui teknologi dan aspek komersial, pihaknya dapat menciptakan efisiensi anggaran tersebut.

“Hasilnya terbukti efektif. Pada proyek infrastruktur pipa minyak ke blok Rokan, PGN bisa menghemat biaya 150 juta dollar AS atau lebih dari Rp 2,1 triliun,” ujarnya dalam unggahan akun Instagram @arcandra.tahar, dikutip Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Jadi Salah Satu Wanita Paling Berpengaruh Dunia, Ini Kata Bos Pertamina

Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu menekankan, proyek-proyek infrastruktur seperti pipa Blok Rokan menjadi sangat penting bagi para pelaku bisnis minyak dan gas (migas) bumi.

Namun, di tengah kondisi pandemi Covid-19, diperlukan berbagai langkah efiesensi, guna memastikan keberlangsungan proyek-proyek infrastruktur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Proses efisiensi sendiri telah dimulai sejak awal. Yaitu ketika sebuah proyek infrastruktur akan dibangun, maka tim di internal PGN akan merumuskan dan menentukan terlebih dahulu beberapa aspek strategis dan teknis yang harus dilalui sampai akhirnya bisnis berjalan secara optimal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Arcandra menjelaskan, pihaknya melakukan identifikasi atas partner strategis ataupun eksisting klien yang memungkinkan untuk menjadi bagian dari target proyek baru tersebut.

“Langsung lakukan MOU jika konsumennya sudah jelas,” katanya.

Kemudian, Arcandra menambah, teknologi, strategi kontrak, estimasi capex dan opex serta opsi pembiayaan akan menjadi bagian dari fase krusial dalam pembangunan sebuah proyek infrastruktur

“Beberapa proyek infrastruktur yang akan segera dibangun PGN juga didorong untuk semakin efisien,” ujarnya.

Dalam melaksanakan proyek-proyek infrastruktur selanjutnya, Arcandra menekankan, pihaknya akan tetap mengedepankan optimalisasi teknologi dan komersial serta adanya kepastian pasokan dan konsumen yang akan menjadi target pasar.

Baca juga: Garap Blok Rokan, Pertamina Bahas Kerja Sama dengan PLN

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.