Benahi Data Covid-19, Luhut Minta Menkes Gandeng Telkomsigma dan Mendagri

Kompas.com - 15/11/2020, 11:56 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor virtual terkait rehabilitasi mangrove, Jakarta, Selasa (10/11/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor virtual terkait rehabilitasi mangrove, Jakarta, Selasa (10/11/2020).

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan segera bekerja sama dengan BUMN Telkomsigma untuk meningkatkan infrastruktur digital dan sistem informasi manajemen Covid-19.

Selain itu juga berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk melakukan integrasi Data Covid-19 dengan data kependudukan (NIK).

Menurut Luhut, tindakan tersebut penting demi optimalisasi manajemen data Covid-19 secara nasional.

Baca juga: Pengusaha Soal RUU Minol: Dilarang, Miras Oplosan Bisa Marak

Hal ini dia kemukakan saat memimpin rakor virtual mengenai Perbaikan Manajemen Data Covid-19 pada Jumat (13/11/2020) lalu.

“Fase satu perbaikan sistem NAR (New All Record) yang dilakukan oleh Pusdatin dan Telkomsigma disambut baik oleh para pengguna. Kecepatan dan kelancaran entry data sudah lebih baik,” kata Luhut melalui keterangan tertulis.

Luhut yang juga merupakan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 ingin mendorong perwujudan big data (maha data) kesehatan yang menampung dan mengintegrasikan berbagai sumber data kesehatan, seperti rekam medis elektronik, BPJS Kesehatan, vaksin, dan sebagainya.

Saat ini, Pusdatin Kemenkes bersama dengan Telkomsigma sedang melakukan perubahan infrastruktur digital dan sistem informasi manajemen Covid-19 (termasuk sistem NAR untuk hasil laboratorium).

Luhut menambahkan, perbaikan ini perlu dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip Satu Data Kesehatan.

Proses penguatan manajemen data Covid-19 ini akan dikoordinir oleh Pusdatin.

“Saya minta perubahan infrastruktur digital dan sistem informasi manajemen Covid-19 harus menggunakan teknologi terbaru dan mumpuni untuk mengakomodasi kebutuhan penanganan pandemi agar tidak ada kendala teknis ketika diakses oleh publik,” ujar dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X