Regulator Penerbangan Eropa Sebut Boeing 737 Max Sudah Laik Terbang

Kompas.com - 21/12/2020, 12:25 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.
Penulis Mutia Fauzia
|

LONDON, KOMPAS.com - Pimpinan Agensi Keamanan Penerbangan Eropa (Europe's Aviation Safety Agency/EASA) memastikan Boeing 737 Max saat ini sudah aman untuk kembali terbang.

Dilansir dari BBC, Senin (21/12/2020) Direktur Eksekutif EASA Patrick Ky mengatakan tak ada lagi hal yang terlewatkan berdasarkan hasil analisis terakhir mengenai perubahan desain yang dilakukan oleh produsen armada tersebut.

Sebelumnya, Boeing 737 Max dilarang untuk terbang oleh banyak regulator di seluruh dunia. Pasalnya, armada pabrikan Boeing tersebut terlibat dalam dua kecelakaan mematikan, yang menyebabkan 346 orang meninggal dunia. Kecelakaan pertama pesawat tersebut terjadi pada Oktober 2018 lalu, ketika pesawat Lion Air jenis tersebut jetuh di perairan Indonesia.

Sementara kecelakaan kedua melibatkan Ethiopian Airlines yang langsung jatuh setelah takeoff dari Bandar Udara Addis Ababa, hanya berjarak empat bulan dari kecelakaan pertama.

Baca juga: OJK Resmikan Kantor Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara

Namun demikian kini jenis pesawat tersebut telah mendapat izin terbang kembali di Amerika Serikat dan Brazil. EASA pun diperkirakan akan memberi izin terbang pada Boeing 737 Max di Eropa pada pertengahan Januari mendatang.

Kedua kecelakaan tersebut terjadi lantaran perangkat lunak atau software terkait kontrol penerbangan yang diduga didesain secara tidak sempurnya. Hal itu menyebabkan software tersebut beroperasi pada waktu yang salah dan membuat pesawat menukik sehingga terjatuh.

Sejak kecelakaan yang terjadi di Ethiopia, EASA telah melakukan peninjauan desain 737 Max secara independen. Sementara proses serupa juga dilakukan oleh regulator Amerika Serikat (AS), Federal Aviation Administration (FAA).

Menurut Ky, hasil peninjauan tersebut menunjukkan hasil modifikasi yang dilakukan oleh Boeing telah memperbaiki kesalahan yang mengakibatkan dua kecelakaan sebelumnya.

"Kami meninjau lebih jauh terkait kontrol penerbangan, seluruh mesin dari armada pesawat," ujar dia.

Tujuan dari peninjauan tersebut yakni untuk melihat kekurangan apa pun yang dapat menyebabkan kecelakaan terjadi.

Untuk bisa kembali terbang, pesawat yang ada sekarang harus dilengkapi dengan perangkat lunak komputer baru, serta menjalani perubahan pada kabel dan instrumentasi kokpitnya.

Baca juga: Mulai Besok Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Rapid Test Antigen



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Apa Itu APBD, Fungsi, dan Tujuan Pembuatannya

Mengenal Apa Itu APBD, Fungsi, dan Tujuan Pembuatannya

Whats New
Apa Itu APBN: Definisi, Fungsi, dan Tujuan Penyusunannya

Apa Itu APBN: Definisi, Fungsi, dan Tujuan Penyusunannya

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Sulitnya Adopsi Kucing | Ketika Kucing Susah Makan | Memberi Kenyamanan untuk Kucing di Rumah

[KURASI KOMPASIANA] Sulitnya Adopsi Kucing | Ketika Kucing Susah Makan | Memberi Kenyamanan untuk Kucing di Rumah

Rilis
Peserta Pelatihan Kemenaker Dijanjikan Dapat Modal Usaha dari PNM

Peserta Pelatihan Kemenaker Dijanjikan Dapat Modal Usaha dari PNM

Work Smart
Kemendag Sebut Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil di Maret 2021

Kemendag Sebut Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil di Maret 2021

Rilis
Dongkrak Bisnis Kargo, AP I Gandeng Asosiasi Logistik

Dongkrak Bisnis Kargo, AP I Gandeng Asosiasi Logistik

Rilis
Mulai Berlaku Hari ini, Simak Ketentuan Diskon PPN Rumah

Mulai Berlaku Hari ini, Simak Ketentuan Diskon PPN Rumah

Whats New
Curah Hujan Tinggi dan Banjir Jadi Ancaman Produksi Padi di 2021

Curah Hujan Tinggi dan Banjir Jadi Ancaman Produksi Padi di 2021

Whats New
Sanksi Pidana Penggunaan Lahan di Kawasan Hutan Diganti Denda Administratif, Ini Respons Asosiasi Sawit

Sanksi Pidana Penggunaan Lahan di Kawasan Hutan Diganti Denda Administratif, Ini Respons Asosiasi Sawit

Whats New
Sri Mulyani Gelontorkan Rp 7,99 Triliun Untuk Diskon PPnBM Mobil dan PPN Properti

Sri Mulyani Gelontorkan Rp 7,99 Triliun Untuk Diskon PPnBM Mobil dan PPN Properti

Whats New
Petani Sawit: PP Kehutanan Terbaru Bakal Ganggu Produksi Biodiesel

Petani Sawit: PP Kehutanan Terbaru Bakal Ganggu Produksi Biodiesel

Whats New
Rumah Seharga Rp 2 Miliar Hingga Rp 5 Miliar Dapat Diskon PPN 50 Persen

Rumah Seharga Rp 2 Miliar Hingga Rp 5 Miliar Dapat Diskon PPN 50 Persen

Whats New
OJK Temukan 51 Pinjol Ilegal, Ini Daftarnya

OJK Temukan 51 Pinjol Ilegal, Ini Daftarnya

Whats New
Pemerintah Lelang SUN Besok, Ini Imbal Hasil yang Ditawarkan

Pemerintah Lelang SUN Besok, Ini Imbal Hasil yang Ditawarkan

Earn Smart
Menkop UKM Dorong Pemberdayaan Tambak Udang Melalui Koperasi dan Kemitraan

Menkop UKM Dorong Pemberdayaan Tambak Udang Melalui Koperasi dan Kemitraan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X