Rapid Test Antigen Tersedia di 26 Stasiun Kereta Api, Ini Daftar Lengkapnya

Kompas.com - 26/12/2020, 17:29 WIB
ilustrasi KAI KOMPAS.com/NAZAR NURDINilustrasi KAI

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah stasiun kereta api penyedia layanan rapid test antigen terus bertambah.

Langkah ini dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk memfasilitasi calon penumpang yang ingin berpergian dengan menggunakan kereta api jarak jauh.

VP Public Relations KAI, Joni Martinus, mengatakan, sampai dengan hari ini, Sabtu (26/12/2020), sudah terdapat 26 stasiun kereta api yang melayani rapid test antigen. 

Baca juga: PT KAI Sediakan Layanan Rapid Test Antigen Seharga Rp 105.000

Ia memastikan, jumlah tersebut akan terus bertambah, seiring dengan peningkatan minat dari calon penumpang yang membutuhkan layanan rapid test antigen.

"Ini sebagai komitmen kita, untuk lebih meningkatkan layanan kepada pelanggan kereta api. Juga ikut berperan aktif mencegah penyebaran penularan Covid-19," ujar Joni kepada Kompas.com.

Menggandeng BUMN lain yaitu, Rajawali Nusantara Indonesia Grup, KAI menyediakan layanan rapid test antigen seharga Rp 105.000 di 26 stasiun tersebut.

Layanan tersebut jauh lebih murah dibandingkan batas maksimal yang ditetapkan oleh pemerintah yakni Rp 250.000.

Baca juga: KAI Belum Wajibkan Rapid Test Antigen untuk Perjalanan Kereta Jarak Jauh

Berikut daftar stasiun kereta api penyedia layanan rapid test antigen:

1. Stasiun Gambir

2. Stasiun Pasar Senen

3. Stasiun Bandung

4. Stasiun Kiaracondong

5. Stasiun Cirebon

6. Stasiun Cirebon Prujakan

7. Stasiun Jatibarang

8. Stasiun Semarang Poncol

9. Stasiun Semarang Tawang

10. Stasiun Tegal

11. Stasiun Purwokerto

12. Stasiun Kutoarjo

13. Stasiun Kroya

14. Stasiun Yogyakarta

15. Stasiun Lempuyangan

16. Stasiun Solo Balapan

17. Stasiun Madiun

18. Stasiun Jombang

19. Stasiun Kediri

20. Stasiun Kertosono

21. Stasiun Surabaya Gubeng

22. Stasiun Surabaya Pasar Turi

23. Stasiun Malang

24. Stasiun Sidoarjo

25. Stasiun Jember

26. Stasiun Ketapang

Baca juga: Bos KAI Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Kewajiban Rapid Test Antigen

Sebelumnya diberitakan, EVP Corporate Secretary KAI Dadan Rudiansyah, meminta kepada calon penumpang kereta api untuk menyediakan waktu lebih apabila ingin melakukan rapid test antigen di stasiun.

"Dikarenakan proses pelayanan rapid test antigen memakan waktu lebih lama dibanding rapid test antibodi," kata Dadan.

Menurut dia, masyakarat yang ingin menggunakan layanan rapid test antigen di Stasiun, diimbau untuk melakukannya H-1 perjalanan untuk menghindari keterlambatan jika dilakukan di hari keberangkatan.

Penyediaan layanan rapid test antigen di sejumlah stasiun kereta api ini merupakan komitmen KAI untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam rangka menerapkan protokol kesehatan yang ketat pada moda transportasi kereta api.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mau Ubah Gaya Hidup Jadi 'Less is More'? Begini Cara Memulainya

Mau Ubah Gaya Hidup Jadi "Less is More"? Begini Cara Memulainya

Earn Smart
[POPULER MONEY]  Jenis-jenis Pinjaman dan Bunga di Pegadaian | Penumpang Wings Air Buka Jendela Darurat

[POPULER MONEY] Jenis-jenis Pinjaman dan Bunga di Pegadaian | Penumpang Wings Air Buka Jendela Darurat

Whats New
Harga Emas Turun, Saatnya Beli?

Harga Emas Turun, Saatnya Beli?

Earn Smart
Daftar Lengkap Kode Bank di Indonesia untuk Keperluan Transfer

Daftar Lengkap Kode Bank di Indonesia untuk Keperluan Transfer

Work Smart
[TREN LOVE KOMPASIANA] Move On dari 'Ghosting' | Seni Merayakan 'Ghosting' | Dampak 'Sidebarring' dengan Pasangan

[TREN LOVE KOMPASIANA] Move On dari "Ghosting" | Seni Merayakan "Ghosting" | Dampak "Sidebarring" dengan Pasangan

Whats New
Intip Kekayaan Moeldoko, Eks Panglima TNI dan Ketum Demokrat Versi KLB

Intip Kekayaan Moeldoko, Eks Panglima TNI dan Ketum Demokrat Versi KLB

Whats New
Simak Poin Penting Aturan Turunan UU Cipta Kerja Sektor Perikanan dan Kelautan

Simak Poin Penting Aturan Turunan UU Cipta Kerja Sektor Perikanan dan Kelautan

Whats New
Telah Disetujui Senat, Masyarakat AS Bakal Dapat Bantuan Rp 20 Juta

Telah Disetujui Senat, Masyarakat AS Bakal Dapat Bantuan Rp 20 Juta

Whats New
Perlu Transfer? Ini Kode Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri

Perlu Transfer? Ini Kode Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri

Work Smart
Ingin Beli Rumah? Bank Syariah Indonesia Tawarkan Bunga Rendah dan Bebas Biaya Administrasi

Ingin Beli Rumah? Bank Syariah Indonesia Tawarkan Bunga Rendah dan Bebas Biaya Administrasi

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Langkah Mudah Beli Rumah DP Nol Persen | Kelola Penghasilan dengan 'Jirolupat' | Ingat 3 Hal Ini Sebelum Berutang

[KURASI KOMPASIANA] Langkah Mudah Beli Rumah DP Nol Persen | Kelola Penghasilan dengan "Jirolupat" | Ingat 3 Hal Ini Sebelum Berutang

Rilis
Berapa Gaji Pokok yang Didapatkan CPNS dan PPPK Lulusan SMA/SMK?

Berapa Gaji Pokok yang Didapatkan CPNS dan PPPK Lulusan SMA/SMK?

Whats New
Rute KA Mutiara Timur Diperpanjang Jadi Ketapang-Surabaya-Yogyakarta

Rute KA Mutiara Timur Diperpanjang Jadi Ketapang-Surabaya-Yogyakarta

Whats New
OJK: Saat Ini Ada 60 Bank Wakaf Mikro di Indonesia

OJK: Saat Ini Ada 60 Bank Wakaf Mikro di Indonesia

Whats New
Ini Jurus Pemerintah Dongkrak Sektor Industri Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Ini Jurus Pemerintah Dongkrak Sektor Industri Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X