Turki Temukan Cadangan Emas Baru Senilai Rp 84,6 Triliun

Kompas.com - 26/12/2020, 14:01 WIB
Ilustrasi emas yang ditemukan di tambang. ThinkstockIlustrasi emas yang ditemukan di tambang.

ANKARA, KOMPAS.com - Turki menemukan cadangan emas baru sebesar 99 ton, dengan valuasi sekitar 6 miliar dollar AS atau setara Rp 84,6 triliun (asumsi kurs Rp 14.100 per dollar AS).

Dikutip dari Business Today, Sabtu (26/12/2020), cadangan tersebut ditemukan oleh perusahaan pupuk bernama Gubretas, di lahan kelolaannya di bagian barat Kota Sogut, Turki Utara.

"Kita berbicara soal nilai yang hampir mencapai 6 miliar dollar AS," kata Chairman Gubretas, Fahrettin Poyraz.

Baca juga: Tak Bergerak, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 973.000 per Gram

Poyraz menyebutkan, pihaknya akan mulai melaksanakan aktivitas penambangan dalam kurun waktu 2 tahun ke depan.

"Untuk menggenjot perekonomian Turki," ujar dia.

Setelah kabar tersebut mencuat, saham Gubretas langsung meroket 10 persen di bursa saham Turki, Borsa Istanbul.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Belum lama ini, Turki juga disebut telah memecahkan rekor produksi sepanjang sejarah, setelah mampu memproduksi 38 ton emas sepanjang tahun ini.

Kendati demikian, angka tersebut masih jauh dari target yang telah dipatok oleh pemerintah Turki sebesar 100 ton per hari.

"Target kami dalam lima tahun ke depan bisa memproduksi 100 ton emas per tahun," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Turki, Fatih Donmez.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X