Paska Libur Natal, IHSG dan Rupiah Dibuka Menguat

Kompas.com - 28/12/2020, 09:52 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini berada di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (28/12/2020). Demikian juga dengan rupiah yang menguat di pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.12 WIB, IHSG berada pada level 6.014,92 atau naik 6,21 poin (0,1 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.008,7.

Sebanyak 165 saham melaju di zona hijau dan 174 saham di zona merah. Sedangkan 178 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 2,03 triliun dengan volume 3,8 miliar saham.

Baca juga: Rupiah Berhasil Bangkit, Respons Positif Reshuffle Kabinet?

Adapun bursa Asia pagi mayoritas berada di zona hijau. Indeks Nikkei naikl 0,17 persen, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,18 persen, dan indeks Shanghai Komposit bertambah 0,53 persen. Sedangkan indeks Strait Times melemah 0,13 persen.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot mengawali pekan ini dengan melanjutkan kenaikan.

Melansir Bloomberg, pada pukul 09.24 WIB rupiah berada pada level Rp 14.165 per dollar AS, menguat 0,25 persen dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.200 per dollar AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah hari ini terjadi terjadi seiring dengan naiknya harga aset berisiko yang ditopang sentimen positif dirilisnya stimulus fiskal baru Amerika Serikat dan tercapainya kesepakatan Brexit.

Rupiah hari ini bisa menguat (terbatas) karenah arga aset berisiko terlihat positif, munculnya optimisme dirilisnya stimulus fiskal baru AS, dan tercapainya kesepakatan Brexit,” kata Ariston.

Sementara dari dalam negeri, meningginya kasus Covid-19 bisa memicu pengetatan aktivitas ekonomi yang berdampak pada pergerakan rupiah yang tertahan.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak pada level Rp 14.100 per dollar AS sampai dengan Rp 14.250 per dollar AS.

Baca juga: Bagaimana IHSG Paska Libur Natal? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X