Pembangunan Rel KA Pertama di Kalteng Ditarget Mulai Tahun Depan

Kompas.com - 28/12/2020, 08:33 WIB
Diduga depresi  Feri Rohman (20) warga Desa Karangudi Kabupaten Ngawi ditemukan tewas  bunuh dri dengan minum carian racun dan ditemukan tewas ditengah rel kereta api. KOMPAS.COM/DOK POLRES NGAWIDiduga depresi Feri Rohman (20) warga Desa Karangudi Kabupaten Ngawi ditemukan tewas bunuh dri dengan minum carian racun dan ditemukan tewas ditengah rel kereta api.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang ditetapkan pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, yakni pembangunan rel kereta api diharapkan dapat terlaksana mulai 2021

"Terkait pembangunan rel kereta api terakhir kami sudah rapat. Kendala kemarin perbedaan nomenklatur, terakhir keluar Perpres tentang PSN ini, nomenklaturnya sudah disesuaikan," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kalteng, Yulindra Dedy dilansir dari Antara, Senin (28/12/2020).

Yulindra mengatakan, diharapkan pada 2021 sudah bisa masuk tahapan ground breaking terkait pembangunan rel kereta api ini. Sebelumnya ditargetkan pada 2019, namun terkendala nomenklatur dan lainnya sehingga akhirnya prosesnya tertunda.

Adapun penyesuian yang telah dilakukan, yakni jika sebelumnya Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya langsung menuju Batanjung Kabupaten Kapuas. Kini telah disesuaikan dengan bunyi kontrak yang ada, pembangunan rel kereta api Puruk Cahu-Batanjung melalui Bangkuang.

 

"Tahap pertamanya, Puruk Cahu-Bangkuang dan sudah dilaksanakan rapat serta membahas adendum kontrak," tambah dia.

Baca juga: Pemerintah Incar Investor Asing Kembangkan 3 Bandara dan Proyek Rel KA

Selanjutnya pada tahun mendatang, mengingat anggota DPRD masih baru, maka harus ada jaminan politik dari Kemenkeu, salah satunya harus ada usulan dukungan dari kepala daerah dan DPRD.

"Yang dikejar sekarang ini, kesepakatan antara DPRD dengan kepala daerah," ungkap Yulindra.

Jika sesuai target PSN maka 2024 mendatang seharusnya rel kereta api ini sudah bisa difungsikan serta dimanfaatkan.

Saat ini berbagai tahapan yang diperlukan telah diselesaikan, mulai dari izin pinjam pakai kawasan yang sudah clear dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hingga penetapan rute atau trase oleh Kementerian Perhubungan.

Lebih lanjut ia menjabarkan, jika mengacu pada kontrak awal, maka fokus angkutan kereta api ini nantinya adalah angkutan sumber daya alam (SDA), namun ke depan juga akan diarahkan untuk angkutan penumpang.

Baca juga: Bangun 7.000 Kilometer Rel KA, Pemerintah Butuh 65,6 Miliar Dollar AS



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X