BEI Dorong Perusahaan Teknologi dan Startup Melantai di Bursa

Kompas.com - 08/01/2021, 13:15 WIB
Ilustrasi BEI KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi BEI

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mendukung perusahaan-perusahaan teknologi dan startup untuk melantai di bursa.

"Berbagai upaya terus kami lakukan antara lain melalui Program IDX Incubator, papan akselerasi dan pengembangan peraturan, serta kebijakan lainnya, yang diharapkan mendukung perusahaan-perusahaan teknologi dan startup untuk memanfaatkan pasar modal Indonesia sebagai rumah pertumbuhan," ujar Nyoman sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (8/1/2021).

Nyoman menuturkan sepanjang 2020 BEI juga telah berdiskusi dengan para pendiri dan manajemen perusahaan teknologi serta para pemodal seperti private equity atau modal ventura.

Baca juga: Perusahaan Indonesia Ini Gugat IKEA Rp 543 Miliar

Dari hasil diskusi tersebut, pihaknya optimistis bahwa perusahaan-perusahaan teknologi tersebut dapat segera melakukan penawaran umum perdana atau IPO.

"Sebagai informasi, berdasarkan catatan kami terdapat dua binaan IDX Incubator yang saat ini sedang dalam proses evaluasi IPO dan masuk ke dalam pipeline," kata Nyoman.

Ia menambahkan dunia bisnis terus berkembang dan berevolusi, dan sebagai penyedia infrastruktur pasar modal, bursa wajib mengikuti perkembangan tersebut dan take action untuk melakukan adaptasi sehingga dapat memberikan proposisi nilai bagi pemangku kepentingan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bursa juga proaktif mendapatkan masukan mengenai kebutuhan pemangku kepentingan termasuk calon perusahaan tercatat dan melakukan perbandingan ke bursa-bursa global.

Ia mencontohkan rancangan perubahan peraturan pencatatan efek nomor I-A yang saat ini masih dalam tahap "rule-making-rule". Pada Desember lalu bursa telah melakukan audiensi publik dan mengundang para pemangku kepentingan untuk menyampaikan tanggapan atas rancangan peraturan tersebut.

Baca juga: Perdagang Keluhkan Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp 100.000 per Kg, Daging Sapi Rp 126.000 per Kg

"Tahap berikutnya, bursa akan mematangkan rancangan tersebut berdasarkan masukan yang diperoleh dan menyampaikan ke OJK. Kami harapkan peraturan tersebut akan rampung segera," kata Nyoman.

Dalam rancangan perubahan peraturan pencatatan efek nomor I-A tersebut, bursa menyiapkan beberapa alternatif persyaratan pencatatan sehingga lebih dapat mengakomodasi berbagai karakteristik perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di BEI, dan tidak terbatas hanya kepada unicorn startup di Indonesia.

"Bursa Efek Indonesia selalu berupaya menjadi lebih inklusif tidak hanya untuk perusahaan-perusahaan teknologi namun juga perusahaan lainnya yang mempunyai karakteristik beragam dalam rangka mendukung pengembangan bisnis melalui pasar modal," ujar Nyoman.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.