Erick Thohir Minta Direksi BUMN Belajar Nilai Kepedulian dari Milenial

Kompas.com - 16/01/2021, 12:53 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (9/1/2020). Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMenteri BUMN Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir meminta jajaran direksi BUMN belajar kepada milenial.

Erick mengakui, meski memiliki pola pikir yang berbeda, milenial punya kesamaan dalam kepedulian terhadap masyarakat dan perubahan zaman.

"Ini di hati nurani saya juga ingin menantang untuk seluruh BUMN punya empati ini. Kalian (milenial) adalah menjadi contoh konkret yang luar biasa untuk pemimpin BUMN. Banyak pemimpin BUMN cuma duduk di meja," kata Erick dalam acara Temu AO Nasabah PNM secara virtual, Sabtu (16/1/2021).

Baca juga: Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 8.000 Per Gram

Erick menuturkan, pemimpin yang peka terhadap perubahan akan mampu melihat yang terjadi secara konkret di lapangan. Hal ini pula yang dicontohkan Presiden RI Joko Widodo kepada para menteri dan jajarannya di Kabinet Indonesia Maju.

"Ini yang saya juga challenge (tantangan), Kenapa? Itu yang dicontohkan Pak Presiden Jokowi. Kita sebagai pemimpin tidak hanya bisa mengarahkan tapi harus bisa melihat apa yang terjadi," ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Erick menyampaikan minatnya untuk memberi beasiswa kepada AO (account officer) PNM yang 98 persen merupakan milenial. Pemberian beasiswa bakal ditujukan untuk AO yang berkinerja baik.

Dia menyatakan, program beasiswa tersebut ada dan sudah disiapkan. Salah satunya dari program CSR BUMN yang nantinya bakal difokuskan untuk bidang pendidikan. Pihaknya meminta para direksi BUMN bertanggung jawab atas program pendidikan itu.

Baca juga: Nasabah Resah Soal Nasib Uangnya Jika Jiwasraya Dipailitkan

"Karena itu saya berharap PNM coba mapping para AO siapa yang kinerjanya terbaik, siapa yang bisa mencapai pendidikan yang lebih tinggi. Kami dengan segala kesibukan perlu diingatkan, tapi jelas di program kami (beasiswa) itu ada," sebutnya.

Lebih lanjut Erick menyebut, program beasiswa kepada karyawan merupakan salah satu perubahan di BUMN.

Dalam beberapa kesempatan Erick menyinggung ingin 15 persen direksi BUMN diisi oleh perempuan dan 5 persen dari total direksi berusia milenial, yakni di bawah 40 tahun.

"Karena itu saya berharap adik-adik AO jangan berhenti bermimpi, tapi berani bereksekusi. Cita-cita kalian harus kita dukung. Saya yakin ada AO-AO yang bisa juga jadi direksi. Tapi tentu harus diawali dengan pendidikan yang baik," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X