Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga Surabaya Gugat Antam Bayar Senilai 1,1 Ton Emas

Kompas.com - 18/01/2021, 08:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang warga Surabaya bernama Budi Said menggugat PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Teranyar, pengadilan mengabulkan permohonan gugatan tersebut.

Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Surabaya, gugatan dengan nomor perkara 158/Pdt.G/2020/PN Sby dilayangkan pada 7 Februari 2020. Sementara pembacaan putusan digelar pada 13 Januari 2021.

Merujuk pada petitum, Budi Said meminta PN Surabaya mengabulkan gugatannya, yakni Antam harus membayar kerugian kepada penggugat sebesar Rp 817,46 miliar atau tepatnya Rp 817.465.600.000.

Emiten berkode saham ANTM itu dinyatakan PN Surabaya terbukti telah berbuat melawan hukum atas hilangnya uang Budi Said.

Baca juga: Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 8.000 Per Gram

Nilai gugatan itu setara dengan nilai harga emas batangan 24 karat Antam di Lokasi Butik Emas LM-Surabaya Pemuda seberat 1.136 kilogram atau setara 1,136 ton.

Diberitakan Tribun Surya, Senin (18/1/2021), kronologi perkara tersebut berawal dari transaksi jual beli emas Antam 7 ton senilai Rp 3,5 triliun yang dilakukan oleh Budi Said ke marketing PT Antam, Eksi Anggraeni.

Disebutkan bahwa pengusaha Budi Said telah mentransfer sejumlah uang yang telah disetujui, namun hanya menerima sebanyak 5.935 kilogram atau 5,9 ton emas Antam.

Sedangkan, sebanyak 1.136 kg emas atau 1,1 ton tidak pernah diterima oleh Budi Said. Padahal menurut pengakuan Budi Said, uang telah diserahkan ke PT Antam.

Baca juga: Apa Perbedaan Emas Batangan Antam Vs UBS?

Budi Said tertarik membeli emas itu lantaran tergiur dengan program potongan harga yang dijelaskan terdakwa. Pengusaha asal Surabaya itu diketahui menjabat sebagai Direktur Utama PT Tridjaya Kartika Grup.

Karena merasa tertipu, ia kemudian mengajukan permasalahannya ke PT Antam cabang Surabaya. Namun karena dinilai tak menemukan solusi, Budi Said kemudian menggugat Antam ke PN Surabaya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+