Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Vaksin Covid-19 Bayangi IHSG Awal Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kompas.com - 18/01/2021, 08:10 WIB
Kiki Safitri,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak melemah pada Senin (18/1/2021). Akhir pekan lalu, IHSG ditutup turun 0,85 persen pada level 6.373,41.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, vaksinasi Covid-19 saat ini diperkirakan tidak akan banyak membantu selama dua hingga tiga bulan ke depan akibat naiknya kasus Covid-19, dan hal ini menjadi sentimen penekan IHSG.

“IHSG berpeluang melemah, membentuk candle dengan body turun dan shadow di atas dan bawah indikasi tekanan turun. Sentimen kekhawatiran akan distribusi dan ketersediaan vaksin yang cepat menjadi kendala utama saat ini,” kata Hans dalam rekomendasinya, Minggu (17/1/2021).

Baca juga: Harganya Terus Terbang, Simak Rekomendasi Saham ANTM

Hans mengatakan, pandemi Covid-19 bisa cepat diatasi apabila ada ketersediaan vaksin Covid-19 dan pendistribusian yang cepat. Namun demikian pendistribusian vaksin Covid-19 hingga ke pelosok negeri tentunya tidak mudah.

Di sisi lain, negara Eropa menerima dosis vaksin Covid-19 yang lebih sedikit dari harapan. Hal ini karena Pfizer perusaahan farmasi AS dan mitranya BioNTech asal Jerman lambat mendistribusikan vaksin tersebut.

Kasus hampir sama terjadi di Amerika Serikat, yang target vaksinnya masih di bawah yang diharapkan. Amerika Serikat berusaha mempercepat proses vaksinasi dengan merilis dosis vaksin yang disimpannya. Pemerintah AS merekomendasikan negara bagian untuk mengimunisasi siapa pun yang berusia 65 tahun ke atas.

Di sisi lain, sentimen positif stimulus fiskal AS mulai bergeser menjadi kekhawatiran naiknya pajak dan yield obligasi pemerintah AS yang pada akhirnya menyebabkan penguatan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang lainnya. Selain itu, pasar juga terbeban sentimen negative lockdown ketat dibeberapa Negara akibat pandemi Covid-19.

Hans memproyeksikan IHSG hari ini akan bergerak pada level support 6.341 sampai dengan 6.278 dan resistance pada level 6.400 sampai dengan 6.472.

Baca juga: Kaesang Colek Saham Perbankan, Berikut Analisis Saham BJTM

Adapun rekomendasi teknikal dari tiga perusahaan sekuritas untuk perdagangan di Bursa Efek Indonesia hari ini, antara lain :

1. Anugerah Investama
BBKP rekomendasi buy back jika break level 865, TP 720 - 595, area sos di level 845 - 750.
ITMG rekomendasi buy back jika break level 15.350, TP 13.400 – 13.200, area sos di level 15.050 - 14,050.
SMBR rekomendasi buy back jika break level 1.310, TP 1.075 – 1.020, area sos di level 1.285 – 1.120.

2. BinaArtha Sekuritas
ADRO rekomendasi buy 1.440 – 1.460, TP 1.500 – 1.860, support 1.440 – 1.400.
BBCA rekomendasi buy 34.200 – 34.800, TP 35.300 – 39.050, support 33.000.
BEST rekomendasi buy 184 - 186, TP 190 - 234, support 179 - 163.

3. Artha Sekuritas
BBRI rekomendasi buy 4.700 – 4.750, TP 4,900 – 5,000, stop loss 4.670.
PTPP rekomendasi buy 2.020 – 2.050, TP 2.150 – 2.200, stop loss 2.000.
MNCN rekomendasi buy 1.180 – 1.220, TP 1.300 – 1.350, stop loss 1.160.

Baca juga: Ekonomi Masih Sulit, Investasi Saham Lanjut Terus atau Tunda Dulu?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mudah Transfer OVO ke GoPay dan Sebaliknya

Cara Mudah Transfer OVO ke GoPay dan Sebaliknya

Spend Smart
Mengenal Apa Itu Prinsip Pareto: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

Mengenal Apa Itu Prinsip Pareto: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

Earn Smart
Anggaran Kesehatan 2024 Jadi Rp 187,5 Triliun, Ini Daftar Alokasinya

Anggaran Kesehatan 2024 Jadi Rp 187,5 Triliun, Ini Daftar Alokasinya

Whats New
Simak Cara Beli E-Meterai untuk Berkas CPNS dan PPPK 2023

Simak Cara Beli E-Meterai untuk Berkas CPNS dan PPPK 2023

Whats New
Dukung UMKM, Grup Modalku Dapat Fasilitas Pendanaan Rp 414 Miliar

Dukung UMKM, Grup Modalku Dapat Fasilitas Pendanaan Rp 414 Miliar

Rilis
Asiamoney Award 2023, Bank Mandiri Dianugerahi 'Best Bank for Digital Solution in Indonesia'

Asiamoney Award 2023, Bank Mandiri Dianugerahi "Best Bank for Digital Solution in Indonesia"

Rilis
Ada Aturan Baru, PPK Kini Bisa Mutasi Pejabat yang Belum Menjabat Selama 2 Tahun

Ada Aturan Baru, PPK Kini Bisa Mutasi Pejabat yang Belum Menjabat Selama 2 Tahun

Rilis
ATM Link Diperbaharui, Bakal Tersedia 335 Fitur Baru dari Bank Himbara

ATM Link Diperbaharui, Bakal Tersedia 335 Fitur Baru dari Bank Himbara

Whats New
Resmikan 12 Mal Pelayanan Publik, Menteri PANRB: Jangan Sekadar Seremoni, tapi Fungsinya Tak Tercapai

Resmikan 12 Mal Pelayanan Publik, Menteri PANRB: Jangan Sekadar Seremoni, tapi Fungsinya Tak Tercapai

Whats New
Bos BTN Targetkan Akuisisi Bank Syariah Rampung Tahun Ini

Bos BTN Targetkan Akuisisi Bank Syariah Rampung Tahun Ini

Whats New
Kementerian Keuangan Buka 213 Lowongan Kerja PPPK, Disabilitas Bisa Daftar

Kementerian Keuangan Buka 213 Lowongan Kerja PPPK, Disabilitas Bisa Daftar

Work Smart
Reformasi Birokrasi Tercapai, Tukin PNS Bisa Naik 30 Persen

Reformasi Birokrasi Tercapai, Tukin PNS Bisa Naik 30 Persen

Whats New
Cara Mengatasi Lupa Password Akun SSCASN 2023

Cara Mengatasi Lupa Password Akun SSCASN 2023

Whats New
Kimia Farma Apotek Buka Lowongan Kerja hingga 2 Oktober 2023, Simak Kualifikasinya

Kimia Farma Apotek Buka Lowongan Kerja hingga 2 Oktober 2023, Simak Kualifikasinya

Work Smart
Diresmikan Jokowi, Transaksi Perdana Bursa Karbon Tercatat Rp 29,2 Miliar

Diresmikan Jokowi, Transaksi Perdana Bursa Karbon Tercatat Rp 29,2 Miliar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com