Vaksinasi Covid-19 Mandiri, Pengusaha: Ini Gratis, Kita Tidak Memperjualbelikan

Kompas.com - 09/02/2021, 05:07 WIB
Petugas bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan saat kegiatan vaksinasi massal dosis pertama di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (7/2/2021). Kementerian Kesehatan hingga Minggu (7/2) telah memberikan vaksin COVID-19 Sinovac tahap pertama kepada 784.318 orang, sementara untuk vaksinasi tahap kedua sudah diberikan kepada 139.131 orang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAPetugas bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan saat kegiatan vaksinasi massal dosis pertama di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (7/2/2021). Kementerian Kesehatan hingga Minggu (7/2) telah memberikan vaksin COVID-19 Sinovac tahap pertama kepada 784.318 orang, sementara untuk vaksinasi tahap kedua sudah diberikan kepada 139.131 orang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha saat ini tengah meminta izin kepada pemerintah untuk mendapatkan akses vaksinasi Covid-19 secara mandiri untuk para karyawannya. Rencananya, vaksinasi mandiri ini akan dilaksanakan secara gratis.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) Rosan Roeslani mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pembahasan dengan pemerintah terkait dua opsi pelaksanaan vaksinasi mandiri.

Opsi pertama, pengusaha membeli dari pemerintah melalui BUMN yang ditugaskan untuk menyediakan vaksin Covid-19. Selain itu, pengusaha juga membuka kemungkinan untuk mengimpor langsung komoditas yang tengah dicari-cari banyak negara itu.

Baca juga: Holding RS BUMN: RS Pelni Tidak Layani Vaksinasi Covid-19 Berbayar

"Untuk kita melakukan importasi langsung tetap dari banyak produsen itu, tetap harus mendapatkan izin dari pemerintah," kata Rosan dalam Berita Utama Kompas TV, dikutip pada Selasa (9/2/2021).

Dengan kedua opsi tersebut, Rosan memastikan bahwa nantinya tidak akan ada praktik jual beli vaksin secara ilegal. Sehingga, para karyawan atau buruh akan mendapatkan vaksin secara gratis dari tempat kerjanya.

"Vaksinasi ini kita berikan gratis. Jadi kita berikan gratis kepada para pekerja kita, kepada buruh kita, dan malah kita memperluas kepada para keluarga dari karyawan kita," tuturnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi ini gratis, kita tidak memperjualbelikan atau mengomersialisasi dari vaksin mandiri ini," tambahnya.

Melalui program vaksinasi mandiri tersebut, herd immunity terhadap virus corona diharapkan dapat tumbuh secara cepat, ketimbang hanya mengandalkan dari program vaksinasi pemerintah.

"Pada intinya kami melihat kalau vaksinasi ini lebih cepat diberlakukan, akselerasi dari dampak positif ke sektor kesehatan dan pemulihan ekonomi akan lebih cepat, karena adanya herd immunity yang lebih cepat," ucap Rosan.

Baca juga: Erick Thohir Klaim Angka Penularan Covid-19 Turun Drastis Setelah Vaksinasi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X