BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Oppo

Adaptasi Teknologi, Cara Jitu Hadapi Persaingan Industri 4.0

Kompas.com - 15/02/2021, 19:48 WIB
Ilustrasi pemanfaatan robot pada sistem produksi sektor manufaktur pada era industri 4.0. iStock/KinwunIlustrasi pemanfaatan robot pada sistem produksi sektor manufaktur pada era industri 4.0.
|

KOMPAS.com – Revolusi industri 4.0 merupakan sebuah keniscayaan. Industri generasi keempat diproyeksi akan membawa manfaat di segala bidang. Salah satunya adalah sektor manufaktur.

Istilah industri 4.0 diperkenalkan pertama kali oleh Profesor Klaus Schwab yang merupakan pendiri dan Ketua Eksekutif Forum Ekonomi Dunia (WEF) lewat buku karangannya, The Fourth Industrial Revolution (2016).

Dalam buku tersebut, Schwab menyebutkan, era industri keempat ditandai dengan kemunculan berbagai inovasi teknologi digital berbasis internet, antara lain internet of things (IoT), artificial intelligence (AI) alias kecerdasan buatan, robot, big data, komputasi awan, dan pencetakan tiga dimensi.

Konektivitas pada masa tersebut juga menjadi lebih luas. Berkat pemanfaatan internet, segala entitas, mulai dari manusia, sistem, hingga perangkat atau mesin, dapat terhubung secara real time.

Transformasi luar biasa tersebut memberikan manfaat komprehensif pada sektor manufaktur, mulai dari sistem produksi, manajemen, sampai tata kelola usaha. Kehadiran mesin pintar atau robot, misalnya, akan membuat proses produksi lebih efisien.

Seperti revolusi industri sebelumnya, Schwab mengatakan, era industri keempat berpotensi menaikkan pendapatan global sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup penduduk di seluruh dunia, sebagaimana dikutip dari Forbes, Senin (13/8/2018).

Industri 4.0 di Tanah Air

Saat ini, hampir seluruh negara di dunia tengah bersiap memasuki era industri 4.0, termasuk Indonesia. Komitmen ini ditandai dengan peluncuran "Making Indonesia 4.0" oleh Presiden Joko Widodo pada April 2018.

Menurut Kementerian Perindustrian (Kemenperin), ada lima jenis industri yang menjadi prioritas dalam program nasional tersebut. Satu di antaranya adalah industri elektronik.

Adapun kelima sektor itu dipilih karena konsisten memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional, yakni mencapai 60 persen. Kelima sektor juga punya andil signifikan terhadap ekspor sebesar 65 persen dan penyerapan tenaga kerja mencapai 60 persen.

Namun, sebelum memasuki era industri 4.0, perusahaan perlu melakukan pembenahan aspek teknologi agar produk mampu bersaing dengan kompetitor di sektor serupa.

Saat ini, banyak perusahaan sudah mulai menerapkan hal tersebut. Salah satunya adalah Oppo Indonesia yang mengaplikasikan teknologi IoT dan kecerdasan buatan pada ekosistem korporasi demi meningkatkan daya saing.

Terbaru, produsen perangkat elektronik dan komunikasi seluler itu meresmikan Oppo Gallery, Rabu (10/2/2021). Showroom yang berfungsi sebagai gerai sekaligus tempat pameran tersebut berada di lantai dua Plaza Indonesia.

Area Find The Future menampilkan sejumlah instalasi karya seni berteknologi LED. Dok. Oppo Indonesia Area Find The Future menampilkan sejumlah instalasi karya seni berteknologi LED.

Oppo Gallery dibuat dengan memadukan unsur seni dan teknologi. Kedua elemen ini membuat showroom tersebut tampak artistik dan modern.

Dengan luas 390 meter persegi, Oppo Gallery menyediakan empat experience area untuk memanjakan pengunjung, yaitu Find The Future, Expose Area, IoT Wall, dan Oppo Garden.

Pada area Find The Future, pengunjung disuguhkan beragam karya seni hasil kolaborasi Oppo bersama para seniman. Salah satunya, instalasi seni interaktif light emitting diode (LED) bertemakan alam dengan panjang 12 meter buatan Isha Hening.

Dalam instalasi tersebut, pengunjung seolah dapat berinteraksi secara nyata dengan hewan maupun tumbuhan melalui LED Adorable Deer, mengendalikan arah angin dengan LED Dandelion, atau mencoba menulis pesan kepada teman melalui LED Butterfly.

Instalasi menarik lainnya bisa ditemukan pada area IoT Wall. Di sini, pengunjung dapat menikmati panorama bawah laut khas Raja Ampat lengkap dengan ekosistem terumbu karangnya dalam bentuk tiga dimensi (3D). Selain itu, pengunjung yang berada di sana juga berkesempatan melihat desain purwarupa Oppo X 2021.

Hal yang tak boleh terlewatkan saat mengunjungi Oppo Gallery adalah menjajal semua produk, teknologi, dan fitur terbaru besutan Oppo. Eksplorasi ini bisa pengunjung lakukan sepuasnya di Expose Area dan instalasi teknologi Metacase yang berada di Oppo Garden.

Selain dapat menjajal kecanggihan teknologi dan produk ponsel pintar besutan Oppo, di area Oppo Garden pengunjung bisa menikmati rekaman puisi yang dibawakan Nicholas Saputra dan melakukan relaksasi dengan fitur Oppo Relax. Dok. Oppo Indonesia Selain dapat menjajal kecanggihan teknologi dan produk ponsel pintar besutan Oppo, di area Oppo Garden pengunjung bisa menikmati rekaman puisi yang dibawakan Nicholas Saputra dan melakukan relaksasi dengan fitur Oppo Relax.

Pada area Oppo Garden, pengunjung juga bisa mendengarkan rekaman puisi dari Nicholas Saputra berjudul Tidak Ada New York Hari Ini lewat smartphone Oppo berteknologi suara kitar Dolby Atmos yang disediakan di sana.

Masih di area yang sama, pengunjung bisa melakukan relaksasi sejenak dengan menikmati suasana alami taman kontemporer lewat fitur Oppo Relax.

Chief Creative Officer Oppo Indonesia Patrick Owen mengatakan, Oppo Gallery dapat menjadi platform yang dipakai untuk mendorong kreativitas penggemar Oppo maupun pecinta teknologi dan seni pada umumnya.

“Kami percaya bahwa alam adalah sumber yang kuat bagi Oppo dalam menciptakan produk unggulan dan menginspirasi bagi banyak orang. Alam juga menginspirasi Oppo dalam menciptakan kamera supersensitif layaknya mata manusia hingga teknologi robotik dengan kecerdasan buatan setara manusia,” kata Owen dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (10/2/2021).

Selain Oppo Gallery, keseriusan Oppo dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi juga ditunjukkan lewat peluncuran Oppo Reno5 5G.

Peluncuran Oppo Reno5 5G merupakan bentuk keseriusan Oppo dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era industri 4.0.Dok. Oppo Indonesia Peluncuran Oppo Reno5 5G merupakan bentuk keseriusan Oppo dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era industri 4.0.

Ponsel pintar generasi kelima dari lini Reno itu dibekali kamera berteknologi AI dan mampu berjalan di jaringan seluler generasi terbaru alias 5G.

Penerapan teknologi AI pada kamera Reno5 5G bisa dilihat dari tiga fitur yang terdapat di dalamnya. Pertama, AI Highlight Video dengan dukungan Full Dimension Fusion (FDF) Portrait Video System.

Berkat sokongan teknologi tersebut, kamera Oppo Reno5 5G mampu mendeteksi cahaya sekitar secara otomatis dan meningkatkan kualitas video dengan menerapkan algoritma Ultra Night Video dan Live HDR.

Ultra Night Video berfungsi mencerahkan obyek dan area sekitar saat pengambilan gambar dilakukan dalam kondisi minim cahaya. Sementara itu, Live HDR berguna mengurangi area yang terlalu terang pada kondisi backlight.

Kedua, Portrait Beautification Video. Fitur ini mampu mendeteksi 194 titik wajah sehingga dapat mengoptimalisasi tampilan secara spesifik mengikuti karakter masing-masing individu.

Selain itu, pada fitur tersebut juga tersedia delapan opsi wajah yang dapat disesuaikan untuk menyempurnakan detail wajah.

Hasil penggunaan fitur Dual-view Video pada Oppo Reno5 5G.Dok. Oppo Indonesia Hasil penggunaan fitur Dual-view Video pada Oppo Reno5 5G.

Terakhir, Dual-view Video. Fitur ini memungkinkan pengguna menjalankan perekaman ganda melalui kamera depan dan belakang secara bersamaan. Fitur ini cocok digunakan untuk para vlogger dan kreator konten.

Kecerdasan buatan juga tersemat pada chipset Oppo Reno5 5G, yaitu Snapdragon 765G 5G yang terintegrasi dengan modem 5G. Dukungan tersebut membuat performa ponsel menjadi powerful, tetapi dengan konsumsi daya yang efisien.

Kendati hemat baterai, Oppo tetap melengkapi Reno5 5G dengan fitur fast charging 65W SuperVOOC 2.0. Hanya dengan pengisian selama lima menit, ponsel sudah bisa digunakan selama empat jam ke depan.

Untuk memberikan kenyamanan secara visual, Oppo Reno5 5G juga sudah dilengkapi layar AMOLED dengan refresh rate 90Hz.

Meski hemat baterai, Oppo Reno5 5G tetap dilengkapi dengan fitur pengisian daya cepat 65W SuperVOOC 2.0.Dok. Oppo Indonesia Meski hemat baterai, Oppo Reno5 5G tetap dilengkapi dengan fitur pengisian daya cepat 65W SuperVOOC 2.0.

Bagi yang tertarik menjajal kemampuan Oppo Reno5 5G, Anda bisa mendapatkan ponsel pintar ini dengan harga Rp 6.999.000. Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi situs web resmi Oppo Indonesia.

Perlu diketahui, jaringan 5G pada Oppo Reno5 5G bisa digunakan jika penyedia layanan internet yang tersedia di lokasi pengguna sudah mendukung jaringan tersebut.

Jaringan 5G bergantung pada penyedia layanan (operator) pada masing-masing wilayah. Untuk menghormati hukum yang berlaku di wilayah Indonesia, Oppo mengunci jaringan 5G sementara waktu hingga izin penggunaan jaringan tersebut resmi ditetapkan oleh pemerintah.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya