KOLOM BIZ
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Experd Consultant

Meraih Kesuksesan dengan “Think BIG”

Kompas.com - 20/02/2021, 08:03 WIB
Meraih kesuksesan dengan Think BIG Dok. ShutterstockMeraih kesuksesan dengan Think BIG

“The size of your success is determined by the size of your belief.” David J Schwartz

PERCAYA atau tidak, pada zaman ini, kita masih sering menemui orang berjiwa kerdil yang tidak bisa terbuka terhadap pendapat orang lain. Mereka terus berkutat dengan pikiran-pikiran seputar dirinya sendiri serta menjadikan pengalaman serta pengetahuannya sebagai standar benar-salah.

Mereka yang berjiwa kerdil sulit membuka pikiran, menerima kritik sebagai masukan, serta menjadi lebih besar dan hebat.

Padahal, teknologi masa kini sudah memungkinkan manusia untuk berkembang menjadi tidak terbatas. Hal ini seharusnya mendorong kita untuk mempertanyakan tentang potensi kita sebagai manusia.

Sayangnya, banyak di antara kita merasa berjarak dengan teknologi dan tidak sanggup mengikuti perkembangannya yang pesat.

Di sini, kita perlu sadar bahwa pemikiran tidak memiliki batas. Cara kita melihat diri sendiri, lingkungan, bahkan prospek bisnis tergantung pada persepsi kita sendiri.

Namun, pada era disrupsi ini, kita harus bisa memvisualisasikan masa depan tanpa terkungkung dalam persepsi tentang keterbatasan diri.

Kita harus berpikir 100 persen positif dan optimistis dengan membuang semua prasangka dan kegalauan. Kita perlu meyakini bahwa mental power yang dimiliki mampu menghasilkan beribu kemungkinan.

Kemampuan untuk Think BIG adalah modal kita untuk membuka banyak kemungkinan. The sky is the limit. Thinking BIG bukan sekadar angan-angan membayangkan masa depan yang indah semata, melainkan membebaskan diri dari segala penjara pikiran yang melingkupi diri. Dengan cara berpikir ini, kita dapat mengontrol hidup secara aktif.

Mendobrak comfort zone

Tak ada individu yang menyangkal bahwa berada di comfort zone adalah sesuatu yang nyaman.

Namun, kita juga perlu menyadari, dinding zona ini akan semakin menebal dan mengurung kita. Sampai akhirnya, kita terjepit oleh kenyamanan dan tidak bisa keluar lagi.

Thinking BIG mendorong kita untuk tidak puas dengan keberadaan. Kita memang harus berhati-hati bila ingin keluar dari comfort zone agar tetap realistis dan menginjak bumi. Oleh karena itu, think big perlu dibarengi dengan think right.

Menghadapi rintangan

Bayangkan, kita sedang menaiki sebuah tangga. Kita pasti berharap tangga tersebut membawa kita ke sebuah tempat yang diingkan. Namun, bagaimana bila tujuan akhir tangga tersebut ternyata berbeda?

Thinking BIG tidak bisa membawa kita kepada semua solusi. Kita tidak bisa berkutat denganjalan yang itu-itu saja ketika kita menginginkan tujuan akhir yang luar biasa. Kita harus kreatif mencari jalan keluar lain.

Jadi, tidak hanya think big, tetapi juga think differently. Penulis buku The 7 Habits of Highly Effective People, Stephen R Covey, pernah berkata, “If the ladder is not leaning against the right wall, every step we take just gets us to the wrong place faster”.

Karena itu, kita wajib tahu kapan harus terus untuk, berhenti, berpikir, dan berputar untuk mencari jalan lain.

Thinking BIG in action

Apakah ide besar menjamin kesuksesan atau sebenarnya kerja keras dan ketekunan yang lebih berperan? Keduanya belum dapat dipastikan. Kita harus bisa menggambarkan masa depan yang diimpikan sehingga memiliki alasan yang kuat mengapa ingin meraihnya.

Eileen Rachman.Dok. EXPERD Eileen Rachman.

Selanjutnya, kita perlu membuat langkah-langkah praktis untuk meraihnya. Ingat, pola pikir besar selalu berarti harus membuat langkah-langkah raksasa. Tak ada sesuatu yang dapat menjadi besar tanpa langkah konsisten dan berkesinambungan.

Kita harus bisa terus menjaga fokus terhadap distraksi yang mungkin timbul sepanjang perjalanan. Kita perlu mengombinasikan pola pikir thinking big, thinking right, dan thinking differently untuk mulai mengejawantahkan apa yang kita angankan.

Hal penting selanjutnya adalah mengambil langkah pertama. Seperti kata Lao Tzu, “The journey of a thousand miles begins with a single step.”. Tidak ada gunanya kita memiliki ide dan rencana yang baik tanpa implementasi.

Jangan takut salah dan peliharalah sikap pembelajar. Berani melakukan eksperimen dan jangan takut gagal.

Intelligence is not everything, attitude counts.

Selain berusaha Thinking BIG, ada hal lain yang tak kalah penting, yakni memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki. Lantas, bagaimana kita belajar lebih lanjut mengembangkan circle of competence?

Ada banyak contoh orang-orang yang pintar yang tidak memanfaatkan buah pikirannya secara optimal. Padahal, banyak orang sukses yang tidak terlalu cerdas, tetapi secara sadar mengembangkan sikap positif dalam dirinya.

Kita juga perlu waspada terhadap pemikiran negatif dari orang di sekitar. Memang, kita perlu masukan dari orang lain. Namun, kita perlu mencerna masukan tersebut dengan baik dan memasukkannya ke dalam perspektif secara tepat sebelum mengambil keputusan. Saat memutuskan untuk maju, jangan biarkan energi negatif menarik kita ke belakang.

Selain itu, jangan lupa memperluas jejaring sosial kita. Sebab, kita bisa banyak belajar, mengetahui apa yang terjadi, dan melihat dari perspektif yang berbeda dari orang lain.

Network is power, utilize it.

Dengan banyak mendengar, kita bisa belajar dari pengalaman orang lain sehingga tidak memulai suatu ide dari mentah. Pengarang The Complete Investor, Charlie Munger, mengatakan, ”I don’t believe in just sitting down and trying to dream it all by yourself. Nobody’s that smart”.

Tak hanya memberi informasi, orang-orang dalam jejaring kita juga dapat menginspirasi untuk memiliki pandangan yang lebih jauh dan luas.

Semangat Thinking BIG, ukur kemajuan, cari dan berani menerima masukan, kenali dan antisipasi titik-titik kegagalan, serta susun strategi pembenahannya.

Adapt, then correct.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya