Pemerintah Upayakan Pengadaan 20 Juta Vaksin Covid-19 Mandiri

Kompas.com - 23/02/2021, 10:54 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19 SHUTTERSTOCKIlustrasi Vaksin Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pemerintah tengah mengupayakan pengadaan 20 juta dosis vaksin Covid-19 kategori mandiri.

Nantinya, dalam pengadaan vaksin ini pemerintah akan dibantu dengan pihak swasta.

Vaksin tersebut akan diberikan pengusaha bagi para karyawan di perusahaannya masing-masing.

Baca juga: Soal Vaksin Mandiri, Menkes: Jangan Sampai Membuat Persepsi yang Kaya Bisa Duluan

“Untuk vaksin gotong royong kita sedang mengupayakan mudah-mudahan bisa berhasil di 20 juta ampul. Jadi kurang lebih untuk 10 juta (orang),” ujar Erick dalam webinar, Selasa (23/2/2021).

Mantan bos Inter Milan ini menjelaskan, pemerintah telah memutuskan untuk menggratiskan biaya program vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat Indonesia.

Namun, pemerintah juga memberi kesempatan kepada para pengusaha yang ingin membagikan vaksin kepada para karyawannya.

Atas dasar itu, ada vaksin Covid-19 kategori mandiri.

“Jangan disalah artikan, vaksin gotong royong adalah gratis juga, tapi kita memberi kesempatan kepada pihak swasta yang ingin mengadakan dan membagikan secara gratis kepada para pekerjanya yang selama ini telah bekerja dan tentu loyalitas kepada perusahaan tersebut,” kata dia.

Baca juga: RS Pelni Sediakan Layanan Vaksin Mandiri Berbayar, Benar atau Hoaks?

Erick menambahkan, untuk vaksin gratis, pemerintah telah mengamankan 344 juta dosis.

Jumlah tersebut untuk disuntikan kepada 170 juta masyarakat di Indonesia. Masing-masing orang akan disuntik sebanyak dua kali.

“Jadi kalau ini dikombinasikan (dengan vaksin mandiri) angkanya kurang lebih 360 juta, yaitu 70 persen daripada penduduk Indonesia. Tentu targetnya yang sudah disampaikan Pak Menkes, dari Februari sampai Februari tahun depan angka 70 persen ini tercapai,” ucap dia.

Erick menuturkan, saat ini program vaksinasi masih terus berjalan. Setelah para petugas medis selesai disuntikan, selanjutnya ada petugas pelayanan publik dan lansia yang akan disuntikan.

“Nah ini pada pertengahan bulan ini terus sampai Mei. Lalu masyarakat rentan dan yang lainnya. Sama dengan yang gotong royong kami sedang mengupayakan di Maret ini kita akan mendapatkan 3,5 juta vaksin,” ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X