Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Stafsus Erick Thohir: Para Lansia Makin Semangat Disuntik Vaksin Covid-19

Kompas.com - 11/03/2021, 09:58 WIB
Akhdi Martin Pratama,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, antusiasme lansia yang melakukan vaksinasi di Sentra Vaksinasi Covid-19 Istora Senayan makin hari makin meningkat.

Sentra Vaksinasi Covid-19 itu mulai dibuka sejak Senin (8/3/2021).

Pada hari pertama, lanjut Arya, para lansia yang diundang untuk melakukan vaksin sebanyak 5.000 orang.

Baca juga: Sentra Vaksinasi Covid-19 Targetkan Bisa Suntikan Vaksin ke 5.000 Orang Per Hari

Namun, yang hadir untuk divaksin hanya 18 persen.

Hari kedua, dari 5.000 lansia yang diundang untuk melakukan vaksin dan yang hadir hanya 22 persen.

Hari ketiga, dari 5.000 lansia yang diundang dan yang hadir sebanyak 45 persen.

“Jadi kenaikannya melonjak dalam tempo tiga hari dan ini menunjukan bahwa para lansia makin semangat untuk divaksin dan berita bahwa mereka dilayani sangat baik ini tersebar kemana-mana. Bagi lansia ini menjadikan mereka merasa ada rasa kenyamanan dan keamanan untuk melakukan vaksinasi di sentra vaksinasi BUMN,” ujar Arya, Kamis (11/3/2021).

Juru bicara Erick Thohir ini berharap ke depannya jumlah lansia yang hadir untuk divaksin akan terus bertambah.

Baca juga: Sentra Vaksinasi Bersama Hanya untuk Lansia dan Pelayan Publik Ber-KTP DKI Jakarta

Dengan begitu, bisa mempercepat program vaksinasi yang dilakukan pemerintah.

“Kami berharap angka ini terus naik setiap harinya dan kita bisa melayani lansia semakin maksimal dan semoga ke depan pelayanan yang kita berikan ini akan kita bisa teruskan di Indonesia, khususnya di 8 kota dan proses ini untuk membuat vaksinasi yang ditargetkan pemerintah bisa berjalan baik,” kata dia.

Sebelumnya, Kementerian BUMN menggelar Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama bagi kalangan lansia di Istora Senayan, Jakarta.

Kegiatan ini dilakukan untuk mendorong percepatan program vaksinasi nasional demi mencapai target satu juta vaksin per bulan.

Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan, Pemda DKI, dan Indonesia Healthcare Corporation akan difokuskan terlebih dahulu bagi para lansia.

Baca juga: BCA Bakal Beri Vaksinasi Covid-19 Gratis untuk Karyawan dan Keluarga

Sinergi antar lembaga pemerintahan dan daerah ini dilakukan untuk mendukung tahap kedua vaksinasi nasional yang menyasar kalangan lanjut usia di DKI Jakarta.

“Percepatan vaksinasi nasional harus dilakukan demi mewujudkan Indonesia Sehat segera mungkin. Dalam kondisi seperti ini, kolaborasi dan sinergi antar lembaga pemerintah dan daerah harus berjalan cepat dan strategis. Ini momen krusial agar kita semua mempercepat program Indonesia Sehat demi mendukung Indonesia Bekerja. Lansia sebagai yang paling rentan, harus didahulukan," ujar Erick, Senin (8/3/2021).

Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama ini menargetkan dalam tiap harinya ada 5.000 pendaftar akan divaksin dan dilakukan secara berturut-turut selama empat bulan.

Untuk mengakomodir peserta vaksinasi, baik kalangan lansia data peserta akan diperoleh melalui pendaftaran dan pendataan berbasis teknologi dari Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan, dan dari peserta umum yang berbasis komunitas.

Baca juga: Bagaimana Teknologi IoT Kelola Distribusi Vaksin Covid-19 ke Seluruh Indonesia

"Kami bersyukur, perusahaan-perusahaan BUMN sejak Covid-19 merebak sudah saling bersinergi dan kolaborasi untuk mengatasi pandemi. Kini dengan program vaksinasi nasional, saya juga ajak semua BUMN untuk saling bahu-membahu mempercepat vaksinasi nasional," ungkapnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Dalam Setahun Rupiah Melemah Hampir 10 Persen, Ekonom: Ini Tidak Baik untuk Perekonomian RI...

Dalam Setahun Rupiah Melemah Hampir 10 Persen, Ekonom: Ini Tidak Baik untuk Perekonomian RI...

Whats New
Bahaya Wacana Kenaikan Rasio Utang Pemerintah, Pajak Bisa Tambah Naik

Bahaya Wacana Kenaikan Rasio Utang Pemerintah, Pajak Bisa Tambah Naik

Whats New
Simak 10 Tips Investasi di Pasar Modal bagi Pemula

Simak 10 Tips Investasi di Pasar Modal bagi Pemula

Earn Smart
Pantau Dampak Pelemahan Rupiah, Kemenhub: Belum Ada Maskapai yang Mengeluh

Pantau Dampak Pelemahan Rupiah, Kemenhub: Belum Ada Maskapai yang Mengeluh

Whats New
Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak

Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak

Whats New
Pengamat: Starlink Harusnya Jadi Penyedia Akses bagi Operator Telekomunikasi...

Pengamat: Starlink Harusnya Jadi Penyedia Akses bagi Operator Telekomunikasi...

Whats New
Studi Ungkap 20 Persen Karyawan di Dunia Mengalami Kesepian, Ini Cara Mengatasinya

Studi Ungkap 20 Persen Karyawan di Dunia Mengalami Kesepian, Ini Cara Mengatasinya

Work Smart
PGN Sebut Penjualan Gas Bumi di Jawa Barat Mencapai 45 BBTUD

PGN Sebut Penjualan Gas Bumi di Jawa Barat Mencapai 45 BBTUD

Whats New
Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Whats New
Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen Regional, Ini Alasannya

Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen Regional, Ini Alasannya

Whats New
Kuota BBM Subsidi 2025 Diusulkan Naik Jadi 19,99 Juta KL

Kuota BBM Subsidi 2025 Diusulkan Naik Jadi 19,99 Juta KL

Whats New
Bos Superbank Akui Selektif  Jalin Kerja Sama Pembiayaan Lewat 'Fintech Lending'

Bos Superbank Akui Selektif Jalin Kerja Sama Pembiayaan Lewat "Fintech Lending"

Whats New
Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Whats New
Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhan Tiket Pesawat yang Mahal

Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhan Tiket Pesawat yang Mahal

Whats New
Elpiji 3 Kg Direncanakan Tak Lagi Bebas Dibeli di 2027

Elpiji 3 Kg Direncanakan Tak Lagi Bebas Dibeli di 2027

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com