Kepercayaan Publik Meningkat, Pandemi Membuat Rekat

Kompas.com - 03/05/2021, 11:33 WIB
Ilustrasi Covid-19 Shutterstock/PetovargaIlustrasi Covid-19

Kembali ke permainan olah raga. Bukan perkara kekalahan demi kekalahan atau keterpurukan, tetapi bagaimana semua dimensi itu dirayakan dalam satu bingkai yang disepakati: sportivitas.

Itulah hakikat olah raga. Ada kebesaran hati mengakui kehebatan lawan seraya mendaku kita bisa lebih baik di esok hari. Turut bertepuk atas prestasi lawan karena pencapaiannya memampukan kita ditempa untuk berlatih lebih keras. Yang menang pun tak perlu jumawa karena kemenangan adalah momen saat ini, yang terus menyediakan ruang keraguan bahwa besok sangat mungkin saya kalah secara terhormat.

Baca juga: Ini 10 Negara dengan Perekonomian Terbesar, Sebelum dan Sesudah Pandemi Covid-19

Dunia politik dan kebijakan publik ada pada tegangan semacam ini. Ia berada pada arena permainan layaknya olah raga. Tak penting di mana posisi kita – di dalam atau di luar pemerintahan – karena yang terpenting adalah komitmen dan konsistensi kita memeluk dan menghidupi nyala demi kebaikan publik.

Kontestasi politik butuh lawan, bukan musuh. Selain kesepakatan merumuskan kebijakan, politik pun digerakkan oleh disensus – ketidaksetujuan otentik melalui kritik yang kuat demi kebaikan publik.

Pengalaman pandemi menyingkap satu fakta, bahwa kita punya daya untuk mengatasi tantangan dan munculnya banyak potensi dan peluang. Namun satu hal secara prinsip tak mungkin dihindari: kita tak bisa sendiri, harus bersinergi dan berkolaborasi. Justru pandemi mengingatkan kita asal muasal kita menjadi sebuah bangsa yang punya kehendak dan cita-cita.

Layaknya laga olah raga, ketika kepercayaan publik meningkat, itu bukti pandemi membuat kita makin rekat. Pepatah kuno tetap relevan digaungkan: vis unita fortior, dengan bersatu, kita semakin kuat!

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.